Zat besi untuk bayi, seberapa penting untuk tumbuh kembangnya?

Zat besi untuk bayi, seberapa penting untuk tumbuh kembangnya?

Zat besi untuk bayi adalah salah satu zat gizi mikro yang penting untuku tumbuh kembang anak yang optimal. Zat besi sangat penting untuk proses perkembangan otak, terutama di 2 tahun pertama kehidupan karena proses myelinisasi otakke membutuhkan zat besi. Kebutuhan zat besi yang tak tercukupi di periode dua tahun pertama kehidupan dapat menyebabkana gangguan struktur dan tungsi otak pada anak.

Kebutuhan zat besi bayi berusia 6-12 bulan yaitu sekitar 7-11 mg/hari, sedangkan kebutuhan zat besi anak berusia 12-23 bulan adalah mg/hari. ASIpada bayi berusia 6-12 bulan hanya dapat memenuhi sekitar3% atau 0,2 mg zat besi/hari, sehingga sisa 97o-nya, sekitar,8 mg zat besi, harus tercukupi dari MPASI. Cara terbaik untuk mencukupi kebutuhan zat besi bayi adalahe dengan memberikan MPASI dari sumber makanan alami yang mengandung zat besi. Jika hal ini tidak dapat dipenuhi karenae berbagai alasan (misalnya karena kapasitas lambung bayi yang masih terbatas atau kemampuan makan bayi yang masih belum terlatih baik), maka pilihan selanjutnya adalah dengan memberikan MPASI terfortikasi.

Tidak semua makanan sumber zat besi ini dapat diserap tubuh dengan baik. Sumber zat besi heme merupakan sumber zat bes: yang penyerapannya tinggi, hanya ditemukan pada daging, unggas, dan ikan. Sementara sumber zat besi non-heme tidak diserap tubuh sebaik zat besi heme, yang ditemukan pada sayuran, buah, dan telur. P

Penyerapan zat besi dapat meningkat jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan yang mengandung vitamin C (seperti jeruk dan tomat), ikan, atau produk laut lainnya. Penyerapan zat besi dapat menurun jika dikonsumsi bersamaan dengan meminum teh atau kopi.

Apa itu aman dan higienis?

Aman dan higienis artinya proses persiapan, pembuatan, dan penyajian menggunakan cara, bahan, dan alat yang aman serta higienis. Pada prinsipnya selalu perhatikan prinsip-prinsip benkut dalam menyiapkan dan menyimpan MPASI:

1. Jagalah kebersihan. .

2. Selalu pisahkan antara bahan makanan yang mentah dan yang sudah dimasak.

3. Masak makanan sampai matang.

4. Simpan makanan pada suhu yang dianjurkan. Jangan menyimpan makanan pada suhu ruang lebih dari 2 am

5. Gunakan air bersih dalam memasak.

Bakteri penyebab kontaminasi dapat tumbuh pada mak ane seperti daging, ikan, telur, sayur, dan pasta. Makanan ini harus disimpan pada lemari pendingin dengan suhu kurang dari 5 derajat Celsius.

Apa itu diberikan secara responsif?

Diberikan secara responsif berarti MPASI! diberikan secara konsisten sesuai dengan sinyal lapar atau kenyang dari anak. Pemberian MPASI dimulai dengan interaksi antara bayi dan ibu atau pengasuh yang menyuapi, dan seiring bertambahnya usia, bayi didorong untuk makan sendiri. Proses makan tidak memaksa, dan mengikuti aturan.

sumber : Hanindita,M. 2020. 78 Resep MPASI 21. Jakarta: gramedia

baca juga: Konsumsi Jajan dan Status Gizi Anak

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *