Urie Bronfenbrenner, Pencetus Teori Ekologi

Urie Bronfenbrenner, Pencetus Teori Ekologi

Urie bronfenbrenner merupakan ahli yang mengemukakan teori sistem mengenai ekologi yang menjelaskan perkembangan individu dalam interaksinya dengan lingkungan di luar dirinya yang terus-menerus mempengaruhi segala aspek perkembangan. Teori ekologi merupakan pandangan sosiokultural bronfenbrenner tentang perkembangan yang terdiri dari lima sistem lingkungan. Mulai dari pengaruh interaksi langsung pada individu hingga pengaruh kebudayaan yang berbasis luas. Kelima sistem ekologi tersebut adalah mikrosistem, mesosistem, ekosistem, makrosistem, dan kronosistem. Adapun urutan sistem tersebut sebagai berikut:

baca juga: Teori Psikodinamika Sigmund Freud

Microsystem, yaitu kondisi yang melatarbelakangi anak hidup dan berinteraksi dengan orang lain dan institusi yang paling dekat dengan kehidupannya, seperti orang tua, teman sebaya, dan sekolah.

Mesosistem, yaitu hubungan antara dalam mikrosistem. Sebagai contoh, orang tua dan guru berinteraksi dalam sistem sekolah, anggota keluarga dan pir menjadi relasinya di dalam institusi keagamaan, pelayanan kesehatan berinteraksi dengan keluarga anak dan sekolahnya.

Ekosistem, yaitu sistem yang berisi sejumlah kondisi yang mempengaruhi perkembangan anak rumah namun anak disini tidak terlibat dalam satu peran langsung. sebagai contoh, karena adanya kondisi kemiskinan dalam keluarga, anak terpaksa harus bekerja untuk mencari uang dan tidak melanjutkan sekolah.

Macro sistem yaitu sistem yang mengelilingi mikro meso dan ekosistem dan merepresentasikan nilai-nilai ideologi, hukum masyarakat dan budaya politik. Sebagai contoh anak indonesia tidak sama-sama dengan anak amerika

Kronosistem, yaitu dimensi waktu yang menuntun perjalanan setiap level sistem dari mikro makro. Sistem ini juga mencakup berbagai peristiwa hidup yang penting pada individu dan kondisi sosio-kultural.

Dari perspektif teori ekologi, individu berkembang dalam jaringan yang kompleks dari sistem yang saling berhubungan titik oleh karena itu, banyak sumber berperan dalam perkembangan tingkah laku titik selain faktor individual, faktor lingkungan seperti aktivitas pengasuhan dianggap sebagai salah satu determinan dari perilaku individu titik teori ini menekankan bahwa manusia tidak berkembang dalam isolasi, namun merupakan rangkaian interaksi di dalam keluarga sekolah masyarakat atau komunitas. setiap lapisan lingkungan selalu bersifat dinamis mempengaruhi perkembangan individu

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *