Teman Khayal bagi Anak, Apa Perannya?

Teman Khayal bagi Anak, Apa Perannya?

Teman khayal bagi anak kecil biasanya dianggap seolah-olah hidup, memiliki nama atau memiliki ciri fisik, dan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang biasa dilakukan seseorang dalam pergaulannya dengan anak-anak lain. anak kecil memperoleh kegembiraan dari permainannya dengan teman hayal karena temannya itu dapat mengisi kekosongan dalam kehidupan sosialnya. untuk menjalin hubungan dengan teman saya adalah 3 sampai 4 tahun yang memuncak pada usia 3 setengah tahun.

Apabila sudah mulai mengikuti pendidikan formal dan memiliki teman nyata yang dapat dijadikan teman bermain biasanya anak meninggalkan teman khayalan ya meskipun kadang-kadang dia masih bermain dengan mereka bila merasa kesepian.

baca juga: Ketika Anak Dipukul Temannya, Orangtua Harus…

Meskipun kenyataannya dapat memenuhi kebutuhan anak yang kesepian, teman khayalan menimbulkan bahaya karena tiga alasan titik pertama, mereka tidak dapat mengajarkan keterampilan bermain atau memberikan kesempatan bagi anda untuk mempelajarinya dari permainan yang bersifat kooperatif dengan yang lain. kedua anak dapat berperan sebagai pemimpin di tengah-tengah teman khayalnya dan mendominasi situasi permainan. ini mendorong anda untuk selalu memerintah yaitu suatu kebiasaan yang akan menghambat usahanya untuk berperan sebagai pemimpin di tengah-tengah teman sebayanya atau bahkan untuk dapat diterima sebagai pengikut dalam kelompok teman sebayanya itu. ketiga anak tidak akan memperoleh kesempatan untuk mempelajari berbagai pola perilaku seperti wawasan sosial, kerjasama dan sportivitas bila dia bermain dengan teman hayal. ini akan menghambatnya untuk dapat diterima oleh teman sebaya ketika dia menyadari bahwa teman khayalan sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan akan teman. Teman khayal tidak berbahaya untuk anak. Meskipun demikian, orangtua harus tetap mengawasi anak.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *