Tahapan Simbolik Anak Usia Tiga Tahun

Tahapan Simbolik Anak Usia Tiga Tahun

Tahapan simbolik terjadi ketika emasukiusia 3 tahun, keingintahuan anak sangat besar. Anak di usia ini sudah mampu menunjukkan emosi yang ber. macam-macam. Kemampuan kognitifnya pun mengalami perkembangan pesat.

Baca juga:Periode Embrionik Perkembangan Pranatal Bayi

Anak di usia 3-6 tahun berada pada masa praoperasional. la bisa diajak memahami sesuatu lewat stimulus, imajinasi serta mampu mengelompokkan warna, benda, maupun ukuran. Untuk itu, Anda perlu memahami apa saja yang bisa dicerna dan ditangkap anak Anda untuk memberikan pendidikan yang benar sesuai perkembangan emosi dan mentalnya.

Pada Tahapan Simbolik mereka belajar memahami sesuatu, dan anak terbiasa menggunakan simbol. Misalnya saja ketika anak Anda melihat ikan dan dia berusaha menggambarnya dengan bentuk lonjong tak beraturan. Dalam benak si anak, ia telah berhasil menuangkan ikan yang dilihatnya ke dalam sebuah kertas. Untuk itu Anda bisa membantunya dengan memberikan deskripsi yang lebih detail. Ceritakan bahwa ikan memiliki mata, sisik, sirip, dan selalu berenang karena hidupnya di air.

Poin pentingnya, masukan atau stimulus yang diberikan haruslah berbentuk konkret, bisa dilihat, dipegang, dilakukan, dan dialami secara langsung. Percuma saja mengajarkan sesuatu atau memberi tahu hal yang abstrak karena anak tidak akan bisa mencernanya. Buku bergambar bisa menjadi media yang bagus untuk alat pembelajaran.

Hal yang sama bisa Anda terapkan untuk pendidikan seks pada anak Anda. Pada usia 2 tahun, anak diajari untuk mengenal bagian tubuhnya. Nah, pada tahapan ini, Anda bisa memberikan penjelasan lebih lanjut. Tekankan bahwa tubuh laki-laki dan perempuan itu berbeda. Dalam bahasa sederhana, “Ibu bisa melahirkan, sementara ayah tidak.”

Atau ketika tengah menonton televisi ada tayangan ibu yang sedang hamil. Anda bisa berkata, ’Kamu tadinya ada di perut ibu selama 9 bulan, setelah itu kamu keluar dari lubang vagina. Lubang vagina itu ada dua, yang satu buat pipis, yang satunya jalan buat kamu atau adik yang nanti mau lahir.”

Jika anak Anda merasa kebingungan kenapa dari lubang sekecil itu bisa keluar adik bayi, maka Anda bisa menggunakan perumpamaan yang mudah dimengerti, “Itu sama seperti kalau adik mau buang air besar. Kan keluarnya gede tu, padahal lubang anusnya kecil. Sama kayak gitu. Tetep bisa kelur kan.” Anak pun akan lebih mudah mengerti jika disertai dengan penjelasan yang lebih sederhana. Tambahkan dengan berkata, “Tidak emua orang boleh melihatnya, hanya ibu dan dokter karena tempatnya sulit dilihat”.

 

 

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *