Tahapan Perkembangan Moral Anak

Tahapan Perkembangan Moral Anak

Tahapan Perkembangan Moral Anak

Moral berkaitan dengan perubahan penalaran, perasaan, dan perilaku tentang standar mengenai benar dan salah. Konsep moral sendiri dapat berasal dari nilai-nilai agama yang dianut seseorang, kepercayaan, dan nilai-nilai sosial yang ada di masyarakat. Moral sangat penting di negara kita Indonesia, mengingat budaya kita selalu mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan. Beda bangsa, beda suku, beda negara tentu memiliki standar moral yang berbeda.

Baca Juga : Pengembangan Nilai Agama dan Moral Anak

Suatu nilai bisa dianggap baik di suatu negara, tetapi belum tentu di negara lain demikian juga. Salah satu contohnya adalah ketika di negara barat memanggil orang yang lebih tua hanya dengan namanya saja adalah hal biasa. Misalnya seorang kakak bernama Lutfi, adiknya Jeni hanya akan memanggilnya dengan sebutan tersebut. Berbeda dengan negara kita yang memanggil orang yang lebih tua dengan kakak, paman, atau ayah.

Perkembangan moral ini memiliki dua dimensi yakni intrapersonal dan interpersonal. Dimensi intrapersonal yaitu berkaitan dengan pertimbangan baik atau buruk suatu perilaku yang dilakukan ketika sedang sendirian. Contoh ketika anak menemukan mainan di jalan yang bukan miliknya lalu ia berpikir mana perilaku yang baik atau buruk. Dimensi interpersonal yaitu mengatur interaksi sosial dan penyelesaian konflik yang terjadi dengan orang lain. Contoh ketika bermain kelompok sudah ada kesepakatan atau cara bermainnya

Tahapan Perkembangan Moral Piaget

  1. Moralitas heteronom (4-7 tahun)

Pada tahap ini anak berfikir bahwa keadilan adalah sesutau yang tidak dapat dirubah dan dikontrol oleh orang. Anak usia 4 tahun sudah mulai memasuki usia TK A. Sejak saat itu mereka belajar bahwa aturan adalah sesuatu yang harus ditaati tana tahu alasannya. Oleh karena itu, ketika mereka diminta membuat aturan baru ketika bermain, mereka tidak akan menyebutkannya. Anak menilai kebenaran berdsarkan konsekuensi yang akan ia terima. Contoh anak berfikir bahwa menjatuhkan 10 balok yang ditata rapi lebih buruk konsekuensinya daripada hanya menjatuhkan dua.

Anak percaya tentang immanent justice yakni konsep bahwa ketika peraturan dilanggar, maka hukuman akan langsung didapatkan secara otomatis. Seringkali anak kecil khawatir melihat sekelilingnya ketika berbuat salah takut akan mendapatkan immanent justice.. Immanent justice juga diartikan sebagai jika seseorang menerima musibah, pasti sebelumnya ia telah melakukan kesalahan.

Sayangnya, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Nazar & Kouzekanani (2002) yang berjudul Moral Judgement of Preschool Kuwaiti Children bertentangan dengan tahapan milik Piaget ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia 5-6 tahun memiliki alasan moral yang baik tidak seperti tahapan Piaget dimana anak memandang aturan sebagai sesuatu yang tidak bisa diubah. Moral dipandang sebagai suatu kewajiban, penyamarataan, dan keadilan.

  1. Transisi (7-10 tahun)

Anak menunjukkan cara berfikir dengan sebagian masih dalam moralitas heteronom dan sebagian ciri dari moralitas heteronom

  1. Moralitas otonom (10 tahun ke atas)

Anak berfikir bahwa keadilan dan peraturan dibuat oleh manusia. Hal ini ditunjukkan ketika anak menilai sebuah perbuatan, mereka mempertimbangkan niat dan konsekuensinya. Ketika bermain kelereng, anak yang lebih tua menerima perubahan dan menyadari bawha peraturan adalah konskuensi bersama yang dapat diubah tidak harus seperti biasanya. Anak yang lebih tua meihat bahwa musibah atau hukuman terjadi ketika ada saksi mata terhadap pelanggaran.

Piaget percaya bahwa pemahaman social lebih sering terjadi melalui hubungan dengan teman sebaya dimana anak memiliki status dan kekuatan yang sama daripada melalui hubungan orangtua-anak. Hal ini karena orangtua memiliki kekuatan yang tidak dimiliki anak sehingga peraturan lebih sering diturunkan secara otoriter.

Baca juga : Tahap Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini

Teori Perkembangan Moral Kohlberg

  1. Penalaran prakonvensional (Sebelum usia 9 tahun)

Tahapan ini terbagi menjadi dua subtahap yakni moralitas heteronom dan individualism. Baik dan buruk didasarkan pada reward and punishment external. Reward berkaitan dengan pemberian hadiah sbegai penguatan. Punishment external berkaitan dengan pemberian hukuman yang bertujuan untuk memperbaiki perilaku.

  1. Tahap 1. Moralitas heteronom.

Penalaran moral terkait dengan punishment. Contoh anak harus patuh karena takut dihukum terhadap perilaku membangkang.

  1. Tahap 2. Individualisme.

Individu yang mementingkan diri sendiri adalah benar. Hal ini juga berlaku pada orang lain. Anak berfikir bahwa hal yang benar adalah sesuatu yang melibatkan pertukaran setara. Jika mereka baik terhdap oranglain oranglain juga akan baik pada mererka.

  1. Penalaran Konvensional (remaja awal)

Individu memberlakukan standar tertentu yang ditetapkan oleh oranglain seperti orangtua atau pemerintah.

  1. Tahap 3. Ekspektasi interpersonal mutual, hubungan dengan oranglain, dan konformitas interpersonal.

Individu menghargai, kepercayaan, perhatian, dan kesetiaan terhadap oranglain sebagai dasar dari penilaian moral. Anak dan remaja seringkali mengadopsi standar moral orangtua agar dianggap sebagai anak yang baik.

  1. Tahap 4. Moralitas system social.

Penalaran moral didsari pada pemahaman keteraturan di masyarakat, hokum, keadilan,, dan kwajiban. Sebagai contoh, seorang remaja berfikir supaya suatu komunitas dapat bekerja efektif perlu diberlalukan hukuman yang berlaku pada anggotanya.

  1. Penalaran Pascakonvensional (dewasa muda)

Individu menyadari ada jalur moral alternative, mengekslorasi pilihan ini, lalu memutuskan berdsarkan kode moral personal.

  1. Tahap 5. Kontrak social dan hak individu.

Individu menalar bahwa nilai, hak, dan prinsip lebih utama daripada hukum. Seseorang mengevaluasi hukum dan sisem social yang diuji berdasarkan sejauh mana hal ini dapat menjamin dan melindungi HAM.

  1. Tahap 6. Prinsip Etis Universal.

Seseorang dihadapkan pada hukum dan hati nurani. Seseorang menyadari bahwa yang harus diikuti adalah hati nurani meskipun ada risikonya. (Nurul Arifiyanti)

 

 

 

 

Share

10 thoughts on “Tahapan Perkembangan Moral Anak

  1. Perkembangan moral mempunyai aspek kecer-
    dasan dan aspek implusif anak harus belajar apa saja
    yang benar dan salah, selanjutnya segera setelah cu-
    kup besar harus diberi penjelasan mengapa itu benar
    dan salah. Perkembangan moral anak dapat dipe-
    ngaruhi oleh perkembangan intelektual dan penalaran,
    oleh karena itu diperlukan latihan bagi anak tentang
    bagaimana berperilaku moral dan konteks tertentu.
    Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan
    bahwa perkembangan moral adalah tindakan atau
    perbuatan seseorang tentang yang salah atau benar
    dan baik atau buruk untuk bertindak sesuai dengan
    kebiasaan anggota suatu budaya. Untuk itu perlu
    diberikan arahan dan bimbingan kepada anak agar
    dapat membedakan perbuatan yang dilakukan baik
    atau buruknya.
    Perilaku buruk pada anak usia dini lebih meng-
    arah kepada perilaku amoral. Beberapa di antara
    prilaku buruk anak kecil lebih bersifat amoral daripada
    tak bermoral. Sifat amoral anak lebih banyak mengarah
    kepada perilaku buruknya.

  2. Assalamu’alaikum wr…..wb
    Nama. Doly Ria
    Menurut pendapat saya
    Sebagai orang tua memberikan contoh yang baik kepada anak dalam kehidupan sehari-hari dengan demikian bisa membentuk kepribadian yg baik apabila keluarga dan lingkungan dalam keadaan kondisi yg sehat dan baik.
    Karena kita mempunyai peradaban timur yg selalu menghormati dan menghargai satu sama lain dengan tingkatan yg lebih tua
    Contohnya santun dalam berbicara dan bertingkah laku terhadap orang yang lebih tua
    Demikian dari saya
    Terima kasih

  3. Menurut saya negara kita Indonesia adalah negara yg memiliki nilai adat istiadat tinggi dan menjunjung tinggi sosialitasnya jadi jelas beda sama negara asing pendidikan nilai dan moral yg baik di lakukan sejak dini agar anak dapat melakukan kebiasaan yg baik sejak kecil tahapan pemberian pembelajaran nilai dan moral juga berbeda2 sesuai dengan usia anak karna anak usia 2th beda pembelaja Anny dengan anak usia 10th pendidikan nilai dan moral yg baik akan menuntun kepada kesuksesan pada anak di masa yg akan datang sekian pendapat dari saya wassalamualaikum

  4. Tahapan perkembangan moral anak berkaitan dengan perubahan dan perilaku anak mengenai benar dan salah sesuatu perbuatan.karena negara kita mengajarkan suatu nilai kemanusiaan walau pun berbeda agama demi kesuksesan dan keberhasilan anak yg memiliki akhlak mulia

  5. Moral adalah suatu ujung tombak di dalam kehidupan perilaku baik didalam keluarga lingkungan sekolah.kita sebagai orang tua bila baik moral yang e ajarkan kepada anak baik pula akhlak dan perilaku anak begitu juga jika buruk yang di ajarkan buruk pula moral dan etika anak.moral juga bisa sebagai jembatan sebagai keberhasilan untuk menuju kesuksesan baik kesuksesan negara dan kesuksesan anak anak untuk masa depan untuk meraih keberhasilan.

  6. Assalamualakum
    Nama : dewi sinta
    Komentar saya tentang tahapan perkembangan moral anak,
    Moral sangat penting di negara kita Indonesia, mengingat budaya kita selalu mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan. Beda bangsa, beda suku, beda negara tentu memiliki standar moral yang berbeda.
    Adapun tahapan moral yang harus kita ketahui seperti;
    Bayi
    Seorang bayi belum memiliki kapasitas untuk mengembangkan kecerdasan moralnya. Yang ia miliki hanyala rasa benar dan salah terhadap sesuatu yang berlaku untuk dirinya sendiri. Contohnya: Bagi bayi, rasa lapar itu adalah salah, sehingga ia menangis saat lapar.

    2. Batita

    Menginjak satu tahun, anak belum memiliki kemampuan untuk menilai sesuatu sebagai benar atau salah. Patokan baginya hanyalah apa yang mama dan papa katakan padanya.

    3. Prasekolah (3 – 7 tahun)

    Inilah saat di mana anak mulai memasukkan nilai-nilai keluarga ke dalam dirinya. Apa yang penting bagi mama dan papa juga akan menjadi penting baginya. Di sinilah Anda mulai dapat mengarahkan perilakunya, sehingga sesuai dengan aturan dalam keluarga. Dalam tahap inilah seorang anak mulai memahami bahwa apa yang mereka lakukan akan memengaruhi orang lain.

    4. Usia sekolah (7 – 10 tahun)

    Otoritas orang dewasa (mama, papa, guru, dsb) tidak lagi terlalu ‘menakutkan’ buat anak usia sekolah. Mereka tetap tahu bahwa orang tua adalah sosok yang harus ditaati, tetapi mereka juga tahu bahwa jika melanggar aturan, maka mereka harus memperbaikinya.

    Perasaan bahwa ‘ini benar’ dan ‘itu salah’ sudah mulai tertanam kuat dalam diri mereka. Dan, satu lagi seperti yang telah dikatakan Nessi di atas, anak usia sekolah ini juga mulai memilah mana saja perilaku yang akan mendatangkan ‘keuntungan’ buat mereka.

    5. Praremaja dan remaja

    Di usia ini, anak akan berusaha untuk menjadi populer. Tekanan teman sebaya dan nilai-nilai yang berlaku di lingkungannya akan membuat mereka terus memilah mana nilai-nilai akan menjadi bagian dari diri mereka.

    Praremaja dan remaja mungkin akan terombang-ambing dan mencoba nilai yang berbeda dengan nilai keluarga untuk melihat mana yang cocok. Bisa jadi, nilai keluarga yang telah dianutnya sejak lama justru dibuang karena ‘kalah’ dengan nilai baru yang dikenalnya di luar. DanTujuan dari pembangunan dan penanaman moral pada anak sejak dini ini sendiri bertujuan untuk: Menjadikan seseorang lebih hidup dengan damai, tentram dan lain sebagainya. Menjadikan seseorang dengan tingkah laku yang sopan. Membentuk kepribadian seseorang yang lebih beradap.

  7. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Nama : Dwi Fungsiari
    Di sini saya akan berkomentar tentang website di atas yaitu karena di sini Anak Usia Dini masih cenderung mencontoh atau mengikuti apa yang dilakukan oleh orang dewasa untuk itu kita harus mengajarkan anak untuk berbuat baik atau sopan kepada orang yang lebih tua atau dewasa demikian juga sebaliknya saling menyayangi yang lebih kecil atau muda.
    Demikian dari saya
    Waalaikumsallam wr wb

  8. Perkembangan moral anak di setiap negara itu berbeda ” tergantung dengan agama yang dianut, nilai-nilai sosial, prilaku, adat istiadat yg ad di negara itu sendiri.
    Kita harus menanamkan moral kepada anak sejak usia dini sesuai dengan apa yg ad di negara… Dan apabila seorang melakukan kesalahan dalam perkembangan moral anak berikan lah hukuman yang dapat menjadikan prilaku anak menjadi lebih baik. Tp di sini bnyk saya perhatikan prilaku anak berubah menjadi yg kelebihan tidak baik semenjak anak memasuki ke jenjang pendidikan dasar dan bahkan bnyk sekali seorang guru yg memberikan contoh prilaku yg tidak baik seperti berkata kasar terhadap anak.

  9. Assalamualaikum
    Komentar Saya tentang website diatas adalah
    Cara kita untuk mendidik anak agar memiliki moral yang baik maka kita juga jangan lupa untuk memberi contoh yg baik Kepada anak.

  10. Dalam tahapan perkembangan moral anak,disini sangat perlu pendidikan moral sejak anak usia dini karena moral sangat menentukan kepribadian anak dalam kehidupan keluarga maupun bermasyarakat, moral yang baik pada anak akan membawa kesuksesan pada anak kedepannya dan dapat berdampak positif baik bagi diri anak, masyarakat/orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *