Tahap Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini

OLeh : Azizatul Millah

Perkembangan pada usia 1-2 bulan

Perkembangan bahasa dan bicara anak usia dini sesuai dengan usia anak dan tergantung pada kematangan sel korteks, dukungan lingkungan, dan keterdidikan lingkungan. Suntrock (2007:357) mengemukakan bahwa tahap perkembangan bicara anak bermula pada celoteh dan vokalisasi bayi secara efektif mengeluarkan suara sejak ia dilahirkan. Setiap anak memiliki kecepatan berbeda, suara bayi dan gerak isyaratnya mengikuti rangkaian berikut selama tahun-tahun pertama. Komunikasi awal bayi yaitu dimulai dari menangis, cooing, dan celoteh. Menangis dapat mengindikasikan keadaan yang tidak nyaman pada bayi. Tetapi banyak pula tipe menangis yang berbeda-beda yang menandai hal-hal yang berbeda-beda pula. Cooing bayi pertama kali mendekut kira-kira pada usia 1-2 bulan.

Mereka umumnya mendekut selama berinteraksi dengan pengasuh. Celoteh juga terjadi pertama kali dipertengahan tahun pertama kali dan termasuk menggabung-gabungkan kombinasi konsonan-vokal, seperti “ba, ba, ba, ba.” Perkembangan bahasa belum sempurna sampai akhir masa bayi, dan akan terus berkembang sepanjang kehidupan seseorang.

Perkembangan pada usia 6-12 bulan

Menurut William Stern dan Clara Stern (dalam Yusuf, 2007:158) yakni pada usia 6-12 bulan (masa permulaan atau stadium purwoko), masa ini disebut masa merban yang artinya masa mengeluarkan bermacam-macam suara yang tidak berarti.

Pada masa ini anak sering mengulang beberapa suku kata, seperti ba-ba-ba, ma-ma-ma, dan pa-pa-pa. Usia 12-16 bulan (masa pertama atau stadium kalimat suku kata), pada masa ini anak sudah dapat mengucapkan kata, misalnya mama, papa, mamam. Lebih lanjut William Stern dan Clara Stren (dalam Yusuf, 2007: 158) mengatakan bahwa tahap perkembangan bahasa usia 16-24 bulan (masa kedua/stadium nama) pada masa ini anak sudah mulai timbul kesadaran bahwa setiap orang atau benda mempunyai nama.

Perkembangan pada usia 24-72 bulan

Anak sering berbicara sendiri (monolog), baik dengan diri sendiri, maupun dengan benda-benda mainannya. Usia 24-30 bulan (masa ketiga) pada masa ini anak bisa menyusun kalimat tunggal, mampu memahami perbandingan, menanyakan nama dan tempat, serta menggunakan kata-kata yang berawalan dan yang berakhiran. Dan usia 30-72 bulan (masa keempat) pada masa ini anak dapat menggunakan kalimat majemuk beserta anak kalimatnya, anak banyak menanyakan soal waktu-sebab akibat melalui pertanyaan-pertanyaan. Gleason (dalam Suntrock 2007:353) bahasa ditata dan diorganisasikan dengan sangat baik.

Organisasi tersebut melibatkan system aturan : fonologi, morfologi, sintaksis, semantik,dan pragmatik. Fonologi setiap bahasa dibentuk dari suara-suara dasar. Fonologi adalah system suara dari sistem bahasa, termasuk suara-suara yang digunnakan dan bagaimana suara-suara tersebut dikombinasikan.

Dalam bahasa inggris memiliki bunyi “sp”, “ba”, dan “ar”. Tetapi rangkaian bunyi “zx” dan “qp” tidak ada. Fonem adalah unit terkecil dri suara yang mempengaruhi makna. Morfologi mengacu pada unit-unit makna yang membentuk formasi kata. Morfologi merupakan unit terkecil yang masih memiliki makna yang berupa kata (atau bagian kata) yang tidak dapat dipecah lagi menjadi bagian bermakna yang lebih kecil. Beberapa kata terdiri dari sebuah morfem tunggal.

Sintaksis meliputi bagaimana kata-kata dikombinasikan sehingga membentuk frasa-frasa dan kalimat-kalimat yang dapat di mengerti. Seiring dengan perkembangan dalam berbahasa, anak mulai melibatkan komponen fonologi maupun morfologi lebih banyak dalam mengucapkan kalimat tiga atau empat kata. Semantik berkaitan dengan kemampuan anak membedakan berbagai arti kata.

Perkembangan pada usia 9-12 bulan

Perkembangan semantik bermula saat anak berusia 9- 12 bulan, yaitu ketika anak menggunakan kata benda, kata kerja, dan sering dengan perkembangannya anak menggunakan kata sifat maupun kata keterangan Pragmatik merupakan sistem terakhir dari aturan bahasa, pragmatik yakni penggunaan bahasa yang tepat dalam konteks-konteks yang berbeda. Sejak anak sudah melibatkan komponen pragmatik agar keinginannya tercapai. Ada beragam aturan dalam menggunakan bahasa yang tepat disituasi yang berbeda. Seseorang dapat dikatakan memiliki kompetensi berkomunikasi ketika ia telah memahami penggunaan bahasa tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku.

Perkembangan pada usia 3-5 tahun

Perkembangan bahasa berlangsung sepanjang mental manusia aktif dan sepanjang tersedianya lingkungan untuk belajar. Anak usia 3-4 tahun mulai belajar menyusun kalimat tanya dan kalimat negatif, pada usia ini juga anak mulai menggunakan dan memahami kalimat-kalimat yang lebih rumit. Dhieni (2009: 3.1) mengatakan bahwa anak usia dini, khususnya usia 4-5 tahun dapat mengembangkan kosakata secara mengagumkan. Anak usia 4-5 tahun rata-rata dapat menggunakan 900-1000 kosa kata yang berbeda. Mereka menggunakan 4-5 kata dalam kalimat yang dapat berbentuk kalimat pertanyaan, negatif, tanya, dan perintah. Anak usia 4 tahun sudah mulai dapat menggunakan kalimat yang beralasan seperti “saya menangis karena sakit”.

Pada usia 5 tahun pembicaraan mereka mulai berkembang dimana kosa kata yang digunakan lebih banyak dan rumit. Adapun tahap-tahap perkembangan bahasa anak

Perkembangan pada usia 4-5 tahun

Berdasar uraian diatas dapat disimpulkan bahwa awal tahap perkembangan bahasa anak dimulai dari celoteh dan vokalisasi sejak anak dilahirkan. Anak usia dini, khususnya usia 4-5 tahun dapat mengembangkan kosa kata secara mengagumkan. Pada usia tersebut anak dapat menggunakan 900-1000 kosa kata yang berbeda, dalam kalimat yang dapat berbentuk kalimat pernyataan, negatif, tanya, dan perintah. Lalu terjadi peningkatan baik dalam hal kuantitas maupun kualitas bicaranya. Secara bertahap kemampuan anak meningkat, bermula dari mengekspresikan suara, hingga mengekspresikan dengan komunikasi. Anak mengetahui tentang fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan pragmatik bahasa.

Demikian pembahasan mengenai tahap perkembangan bahasa dan bicara anak usia dini. Baca juga pembahasan lainnya di Sabyan Website.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *