Stimulasi Kreativitas Anak Usia Dini

Stimulasi Kreativitas Anak Usia Dini

Stimulasi kreativitas anak usia dini dapat dilakukan oleh orangtua dan guru mellaui beragam cara. Orang yang kreatif biasanya berfikir dengan cara yang orisinil, divergen, dan fleksibel  untuk memecahkan suatu masalah. Kemampuan pemecahan masalah dari seseorang yang kreatif memunculkan banyak jawaban terhadap pertanyaan yang diberikan.

Sedangkan intelegensi merupakan kemampuan umum seseorang untuk menyesuaikan diri, belajar, atau berfikir abstrak (Sugihartono, dkk., 2007: 17). Tes intelegensi konvensional mengandalkan pemikiran konvergen dimana hanya ada satu jawaban yang tepat akan sebuah pertanyaan.

Hubungan intelegensi dan kreativitas

Hubungan antara intelegensi dan kreativitas adalah intelegensi tidak selalu dapat meramalkan kreativitas seseorang (Milgram, 1990; Utami Munandar, 2014: 9), akan tetapi orang yang kreatif dapat diperkirakan memiliki intelegensi yang tinggi. Hal ini karena pengukuran intelegensi hanya didasarkan pada pemikiran konvergen, sedangkan orang kreatif ditandai dengan pemikiran yang divergen.

Lebih jelas, Hurlock menyatakan bahwa sebagian besar hubungan kedua hal ini bergantung pada faktor dalam lingkungan atau dalam diri seseorang yang menganggu perkembangan kreativitas termasuk jenis pola asuh orangtua. Kreativitas yang menjurus pada penciptaan hal yang baru bergantung pada pengetahuan (intelektual) yang sudah didapatkan sebelumnya yang kemudian diatur dan diolah dalam bentuk baru. Cara menstimulasi kreativitas :

Bukan hadiah

Pemberian hadiah seringkali bersifat melumpuhkan kreativitas anak karena hanya bersifat sementara ketika merasakan puas setelah berkreasi. Oleh karena itu akan lebih baik anak dibantu untuk menumbuhkan motvasi intrinsiknya. Pendidik dapat memberikan pujian dan rasa kagum terhadap hasil pemikiran atau karya anak. Hal ini dapat memberikan kepuasan bagi anak terhadap apa yang telah dilakukan.

Memberi ruang bagi anak

Mengontrol anak secara berlebihan dengan memberitahu bagaimana melakukan secara benar dengan tepat membuat anak berfikri bahwa keaslian adalah kesalahan dan eksplorasi adalah membuang waktu. Oleh karena itu pendidik dapat membiarkan anak memiliki rasa ingin tahu yang alamiah dan membiarkan anak bekerja/berfikir sendiri sesuai dengan keinginan mereka dengan aturan atau batasan tertentu. Hal ini juga diperkuat dengan pernyaataan yang dijelaskan oleh Sharp (2004: 7) bahwa kebebasan memilih permainan dan bermain peran menjadi kunci utama untuk mestimulasi kreativitas anak.

Mengajak anak ke tempat ajang pamer kreativitas

Anak diperkenalkan dengan tempat ajang pamer kreativitas seperti pameran dan museum anak. Tempat-tempat tersebut dapat melatih dan menstimulasi anak untuk menemukan pemecahan masalah dan memberikan berbagai ide baru. Selain itu, pendidik juga dapat mengundang orang yang kreatif datang ke kelas untuk menceritakan pada anak keahlian kreatif mereka, hasil karyanya, dan bagaimana mereka melakukannya sehingga ruang kelas menjadi arena mestimulasi krativitas anak.

Baca Juga : Konsep pendidikan anak usia dini di Indonesia

Share

One thought on “Stimulasi Kreativitas Anak Usia Dini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *