Sikap Orang Dewasa ketika Anak Dijauhi Teman

Sikap Orang Dewasa ketika Anak Dijauhi Teman

Sikap orang dewasa penting banget untuk membentuk karakter anak. Pernah gak si lihat anak didik, anak sendiri, atau anak tetangga dijauhi temannya karena hal sepele atau bahkan tanpa alasan. ya cuma supaya bikin si anak nangis aja. Kemungkinan si teman ini pernah dilakuin begitu oleh teman lainnya. Bisa yang seumuran atau yang lebih dewasa. makanya ia melampiaskan biasanya pada teman yang usianya lebih kecil. Kenapa? karena yang lebih kecil tentu lebih mudah untuk menangis dan itu bisa jadi emnimbulkan rasa kepuasan tersendiri untuk anak.

lalu gimana nih sikap kita sebagai orang dewasa ketika melihat ada kejadian begini. Tergantung ya posisi kita sebagai apa dengan si anak.

Jika kita orang tua anak yang dijauhi teman

Maka sebaiknya kita ajak anak kita untuk menjauhi sementara teman yang sedang tidak ingin bermain bersama tersebut. Tetapi ingat ya tidak perlu marah-marah dengan si teman anak tersebut. Cukup ajak anak kita pulang atau melakukan kegiatan lain yang lebih menyenangkan untuknya. Tidak perlu orang dewasa sampai membawa masalah ini berlarut sampai beberapa hari. Namanya juga anak pasti nanti akan kembali mencari untuk bermain bersama

Jika kita orangtua dari si teman yang menjauhi anak

Maka kewajiban kita adalah mengingatkan pada anak untuk tidak bersikap seperti itu. Semua adalah teman, dan semua harus disayang. Terutama dengan teman yang lebih muda usianya. jadikan mereka seperti adik. Sayangi mereka. hal-hal inilah yang harus kita tekankan pada anak. Bukan malah menonton atau membiarkan jika anak bersikap kurang tepat. Minta anak untuk mengajak semua teman bermain bersma. Jika perlu, tanyakan alasan mengapa ia melakukan hal tersebut. Berikan solusi pada anak agar ia mau  merangku semua temannya.

Jika kita tetangga yang melihat

Maka yang harus kita lakukan pertama pastikan orangtua si teman yang menjauhi anak tersebut tidak ada. jika ada maka berikan ckup kalimat semua kan teman. Namun jika tidak ada maka berikan dan tanyakan sama halnya seperti jika kita orangtua si teman. tanyakan alasan lalu berikan masukan. kenapa? karena untuk mengurangi adanya rasa ketidaknyamanan ketika kita ingin membantu pergaulan sosial anak.

baca juga: Tekanan Teman Sebaya Seperti Apa ?

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *