Seni Dua Dimensi untuk Anak Usia Dini

Seni Dua Dimensi untuk Anak Usia Dini

Seni dua dimensi untuk anak usia dini sangat beragam. Kegiatan seni dapat menstimulasi otak anak. beragam warna, bentuk, dan pola dapat merangsang anak untuk berfikir. Seni juga merupakan media ekspresi bagi anak untuk mengungkapkan ide-idenya.

Seni dua dimensi merupakan salah satu cabang seni dalam bentuk gambar. Biasanya hasil karya dalam seni ini hanya memiliki ukuran panjang dan lebar. Berikut beberapa pilihan yang dapat guru dan orangtua lakukan untuk mengenalkan seni dua dimensi pada anak usia dini.

Menggambar

Kegiatan ini tentu biasa dilakukan oleh anak. Mereka menggambar menggunakan crayon, pensil, spidol, atau yang lain. Menggambar tidak hanya anak lakukan di kertas, namun juga di tanah, tembok, dan papan gambar. Guru dapat meminta anak untuk menggambar bebas sesuai apa yang ada di pikirannya. Selain itu, mencontoh gambar suatu pemandangan juga akan menarik bagi anak. Hindari memberi contoh gambar dua gunung dengan matahari di tengah. Mengapa? Karena hal ini terkesan kuno dan kurang kreatif.

Mengecap

Anak dapat diajak mengecap menggunakan berbagai bentuk cap yang sudah ada di toko. Namun jika guru ingin ramah lingkungan, bisa menggunaka bekas sayuran seperti bonggol sawi, wortel, belimbing, dan kentang yang dibentuk menurut pola tertentu. Usahakan satu warna menggunakan satu cap agar tidak terjadi pencampuran warna.

Mengecap bentuk daun dengan spray

Menggunakan daun seperti daun singkong atau pepaya yang diletakkan di tengah kertas. Lalu masukkan cairan pewarna ke dalam botol spray. Semprot seluruh permukaa kertas. Terkahir angkat daun , dan lihat hasilnya.

Mengecap bentuk daun dengan spons

masih sama menggunakan daun bebas. Letakkan di tengah kertas, lalu minta anak untuk memasukkan salah satu sisi spons ke dalam cairan pewarna. lalu minta anak untuk mengecap atau menempel spons yang telah diberi warna ke kertas. Terakhir angkat daun, dan lihat hasilnya.

Melukis dengan bola kertas

Minta anak untuk meremas sebuah kertas. Lalu bentuk menjadi bola. Bola kertas dimasukkan dalam warna lalu digulungkan di kertas putih untuk membentuk pola atau bebas sesuai minat anak.

baca juga: Seni untuk Anak Usia Dini Seperti Apa?

 

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *