Sarjana Pendidikan Anak Usia Dini

Sarjana Pendidikan Anak Usia Dini

Sarjana pendidikan anak usia dini? Apa pentingnya guru PAUD menjadi sarjana? Dunia kerja menjadi tantangan tersendiri bagi setiap orang yang baru saja mendapat gelar sarjana. Salah satunya adalah sarjana pendidikan anak usia dini (PAUD). Ketika seseorang sudah menjadi pendidik di sebuah lembaga, ia harus menguasai betul apa yang menjadi bidang pekerjaannya. Penguasaan tersebut termasuk dalam penyusunan kurikulum, berkompetensi sebagai pendidik PAUD, dan menyusun strategi pengembangan program agar lembaga yang menaungi dirinya berkembang ke arah yang lebih baik.

baca juga: Pandangan Guru PAUD Senior vs Junior

Seseorang yang mendapat IPK tinggi belum tentu dapat melaksanakan apa yang menjadi bidang pekerjaannya. Mereka yang menguasai banyak teori belum tentu dapat mempraktikkannya ke lapangan karena adanya situasi berbeda yang cukup signifikan. Oleh karena itu, kuliah saja belum cukup untuk mendapatkan pengalaman yang sesuai dengan bidang pekerjaan. Banyak teori yang mahasiswa PAUD dapatkan ketika kuliah. Namun ketika masuk dunia kerja, akan banyak teori yang sulit untuk diterapkan.

Setiap orang masuk ke universitas agar mereka lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja. Oleh karena itu diperlukan bekal yang cukup bagi setiap mahasiswa agar mereka tidak tergeser dengan lulusan jurusan lain atau tidak kebingungan ketika terjun langsung di lapangan. Setiap mahasiswa yang menempuh sarjana PAUD perlu dibekali dengan lebih banyak praktekĀ  daripada teori. Hal ini karena bukanlah sesuatu yang tidak mungkin kalau ada sarjana PAUD yang masih kebingungan dengan bidang pekerjaannya sendiri seperti dalam menyusun RKH, evaluasi, menjalin komunikasi dengan orangtua, dan mengembangkan program.

Setiap mata kuliah memberikan teori sebagai dasar atau bekal mahasiswa dalam berfikir. Semester awal merupakan waktu di mana konsep dasar PAUD dipelajari dengan detail. Seberapa pentingya PAUD, lembaga apa saja yang ada di bawah PAUD, dan perkembangan anak juga dibahas dalam mata kuliah yang sudah disediakan. Sedangkan semester akhir merupakan waktu di mana lebih banyak praktek daripada teori. Praktek pengalaman lapangan, KKN, PKL, dan observasi menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa untuk membuktikan teori yang selama ini diperoleh di bangku kuliah.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *