Ragam Permainan Anak dipadu dengan Pembelajaran Agama Islam

Ragam Permainan Anak dipadu dengan Pembelajaran Agama Islam

Usaha untuk membangkitkan kembali permainan-permainan tradisional dikalangan anak-anak Indonesia seyogyanya segera dilakukan demi lestarinya budaya bangsa. permainan tradisional anak membawa dampak positif bagi perkembangan mental, kecerdasan dan logika berfikirnya.
Berikut ini saya uplaod jenis-jenis permainan yang ada di kabupaten Kampar dan juga dimainkan di daerah lain namun memiliki nama yang mungkin berbeda. 
 
Permainan Kingkong 
(Ditulis Oleh Nur Fitriani, Mahasiswa PG-PAUD STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai Riau)

Permainan Kingkong  dimainkan minimal 5 orang. yang dimaksud kingkong adalah tiga buah ranting pohon yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat berdiri tegak.

Cara bermain :
Dimulai dengan mencari yang jadi dengan cara “hom pim pah” untuk menjaga kingkong nya, setelah mendapatkan penjaga kingkong, maka permainan siap dimulai.



Tugas penjaga adalah menjaga Kingkong tetap berdiri tegak dan yang lainnya berusaha menumbangkan kingkong dengan cara melemparkan sandal.
Untuk mencari pengganti penjaga, dengan cara mencari teman yang bersembunyi dan apabila penjaga melihat temannya yang bersembunyi, dengan menyebutkan nama tersebut sambil melompati Kingkong. apabila semua teman telah diketemukan maka yang menggantikan sebagai penjaga adalah orany ditemukan pertama kali.

Catatan :
a. Demi keamanan sandal yang digunakan adalah sandal karet
b. Cara melempar kingkong mengarah kebawah  sejajar dengan kingkong, bukan keatas
c. Bersembunyi hanya sekitar 10-15 meter dari kingkong

Pada permainan ini dapat dimasukkan unsur Islami yaitu dengan mengawali permainan dengan membaca Bismillah, apabila berhasil menemukan teman yang bersembunyi penjaga menyebutkan nama yang teman yang ditemukan kemudian baca Hamdalah sambil melompati Kongkong. Setelah selesai permainan bersama-sama mengucapkan Hamdalah

Permainan Karet (Lompat Tali)
(Ditulis oleh Nilam Sari Semester 2 PG-PAUD STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai Riau)

Ketentuan Permainan
1. Minimal dilakukan oleh 3 orang/lebih
2. Karet dibentuk sedemikian rupa hingga berbentuk tali yang panjangnya 1,5 – 3 meter
 
Cara Bermain
Permainan dimulai dengan mencari urutan pemenang melalui “hom pim pah”. setelah tahu yang urutannya, anak yang menang pertama berhak main (melompat tali). Pemenang kedua dan ketiga bertugas memegang tali dan memutarnya. pemain dikatakan kalah apabila tidak berhasil melompati tali yang diputar. Bila pemain kalah maka posisi pemain digantikan oleh anak yang mempunyai urutan menang nomor dua. Begitu seterusnya sampai permainan selesai.
Variasi Permainan bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya; putaran dihitung sampai lima kali pemain harus melompat dengan satu kaki, hitungan lima kali berikutnya menggunakan 2 kaki. bisa juga dengan membedakan ganjil genap. Jika hitungan ganjil, maka pemain melompat dengan satu kaki dan jika hitungan genap maka pemain meloncat dengan dua kaki.

Catatan :



Anak yang memutar tali tidak boleh memutarnya terlalu cepat, dan bila dilakukan, maka dinyatakan curang dan haru mengulang lagi.

Permainan ini bisa dimasukkan unsur keislaman dengan cara :
Ketika anak melompat, yang memegang tali memberikan pertanyaan, misalnya; rukun Islam. Kemudian pemain menjawab “ada lima”, kemudian dilanjutkan bertanyaan “satu” dijawab “Syahadat” begitu seterusnya sampai permainan usai. Pemain dikatakan kalah apabila tidak bisa menjawab pertanyaan dan bila tidak berhasil melompati tali.

Share

19 thoughts on “Ragam Permainan Anak dipadu dengan Pembelajaran Agama Islam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *