Program Parenting di Lembaga PAUD

Program Parenting di Lembaga PAUD

Program parenting atau pendidikan untuk orang dewasa biasa dilakukan di lembaga-lembaga PAUD. Tujuannya adalah agar program kegiatan sekolah berjalan berkesinambungan. Guru sudah dibekali dengan pengetahuan tentang anak. Sekarang bagaimana caranya agar orangtua juga memiliki pemahaman yang sama tentang anak. Parenting merupakan salah satu bentuk kerjasama orangtua dan sekolah. Tidak ada kedudukan yang lebih tinggi atau rendah diantara guru dan orangtua. Kedua belah pihak ini sama kedudukannya.

Ilmu pengetahuan semakin berkembang dan penelitian. Bagaimana orang dewasa memperlakukan anak zaman sekarang tentu berbeda dengan zaman dahulu. Jika dulu anak dianggap sebagai miniatur orang dewasa, maka zaman sekarang anak dianggap sebagai pribadi yang ingin tahu segalanya. Bisa disebut dengan istilah ilmuwan alam.

baca juga: Pengumpulan Data Penelitian Grounded di PAUD

Ada penelitian yang menyebutkan bahwa ketika sekali saja kita membentak anak ada berjuta neuron otak anak yang runtuh. Hal ini mungkin tidak banyak diketahui oleh orang yang bukan berlatar belakang PAUD. Pentingnya parenting itu di sini. Ada berbagai ilmu dan penelitian terbaru yang belum banyak orang paham tentang anak.

Sebagai contoh ketika anak tidak sengaja menyandung batu atau terpeleset di lantai licin. Emang kalau anak jatuh terus diteriakki bikin anti jatuh? Kadang anak jatuh tuh mereka baik2 saja. Cuman terkadang orang disekitarnya yang bikin mereka nangis. Misal meneriakki dengan “hayoloh hayoloh” suara keras. Itu yang bikin mereka nangis karena kaget. Atau ucapan ” e e e e e e e” nada tinggi dan keras. Ini yang menyebabkan anak kaget terus nangis. Bukan karena jatuhnya.

Program parenting penting banget untuk semua orang. Tidak hanya orangtua dari si anak tetapi juga termasuk kakek, nenek, paman, bibi, pokoknya semua anggota keluarga deh. Belajar kan gak harus ketika di sekolah. Kapanpun dan dimanapun setiap orang wajib belajar dan terus mencari ilmu baru.

Sekolah tidak hanya memprogramkan parenting untuk orangtua, namun juga untuk keluarga anak itu juga harus dilibatkan. Bagaimanapun mendidik anak tidak bisa hanya dengan satu arah. Harus berbagai arah kita rangkul bersama agar ada kesinambungan.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *