Prinsip Umum Penataan Ruang Kelas PAUD

Prinsip Umum Penataan Ruang Kelas PAUD

Prinsip Umum Penataan Ruang Kelas PAUD diantaranya: Ruangan kelas yang tampil menghadap kearah datangnya cahaya dan udara akan lebih nyaman dan terasa terang dengan cahaya yang masuk keruangan tersebut serta udara segar yang membuat anak dapat bernafas dengan bebas. Untuk ukuran ruangan pada pendidikan prasekolah menggunakan ukuran 105 cm² per anak untuk usia 2-3 tahun, sedangkan untuk anak usia 4-6 tahun dengan ukuran 120-180 cm² per anak. Dalam pemilihan bahan untuk lantai harus memperhatikan bahaya dan resiko terhadap anak. Lantai yang licin dapat menyebabkan kecelakaan pada anak. Untuk mengantisipasi hal tersebut lantai dapat dilapisi dengan karpet.

baca juga: Lingkungan Bermain dan Alat Permainan Anak

Untuk pengaturan atap dan langit-langit yaitu untuk atap dianjurkan dengan ketinggian 3 m – 3,3 m dan tinggi langit-langit adalah 2,1 m dan ini hanya untuk anak. Untuk penataan dinding dapat dilapisi dengan cat, bahan-bahan penyerap yang halus yang dapat mengurangi atau menyerap bunyi. Bisa juga dinding sebagai tempat untuk menempel hasil karya anak. Pemilihan warna dinding untuk anak juga sangat mempengaruhi prestasi akademik anak.

Guru harus memikirkan bagaimana penyusunan ruang ketika mereka merencanakan, ubahlah menurut tujuan, bereksperimen untuk melihat apa yang terbaik untuk mereka (Eggen, & Kauchack, 2004). Meskipun, tidak ada satu susunan yang dapat bekerja pada semua situasi (asiaeuniversity). Penggunaan kursi dan meja di dalm kelas akan tidak efektif jika mengganggu gerakan siswa dan guru. Guru tidak dapat membatasi gerak anak di dalam ruangan ketiak anak memang harus banyak bergerak. Jika guru membatasi gerak anak di dalam kelas, anak merasa tidak nyaman dan cenderung berperilaku menyimpang, seperti menganggu teman, merebut barang milik temannya hingga mendorong dan memukul temannya.

Penataan ruang yang menyulitkan bergerak juga akan menghambat guru dalam mengontrol dan memberikan bimbingan kepada siswa. Untuk pengaturan tempat duduk sebaiknya dilakukan secara fleksibel. Maksudnya adalah adakalanya anak duduk dengan meja kursi dalam melakukan kegiatan dan adapula saatnya anak duduk dilantai, hal ini disesuaikan dengan kegiatan anak. kursi yang digunakan sebaiknya yang bisa dilipat atau mudah dipindahkan karena dalam kelas yang sama anak dapat dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan tema pembelajaran yang diminati anak. Untuk ukuran meja dan kursi disesuaikan dengan keadaan dan perkembangan anak. Akan lebih baik apabila meja dan kursi dapat dilipat sehingga pada saat tidak dipakai dapat disimpan dan tidak banyak memakan tempat. Selain itu, guru juga harus menetapkan kapan anak duduk dilantai dan berapa lama untuk melakukankegiatan pembelajaran.

Pada Pendidikan Anak Usia Dini, kelas yang menarik dan menyenangkan untuk belajar dapat diciptakan dari sebuah kelas yang memiliki ukuran sama dengan kelas sebelumnya, terdiri dari material yang sama, dan juga memiliki jumlah guru dan anak-anak yang sama. Kelas yang menarik tersebut dicontohkan oleh Marion (1991) (dalam Rusdinal, 2005:63) antara lain

  1. Hasil pekerjaan anak-anak dipajang.
  2. Tumbuhan hijau yang sehat di seluruh ruangan.
  3. Poster berwarna-warni didinding dan gorden baru di jendela.
  4. Ruangan diatur dalam area aktivitas yang berbeda.
  5. Terdengar senandung berbicara dan tertawa, tetapi tidak ada teriakan.
  6. Anak-anak sedang melakukan beberapa aktivitas yang diatur oleh guru.
  7. Material disimpan di atas rak terbukayang rendah, dan anak-anak dapat menjangkaunya dengan mudah.
  8. Fasilitas dan peralatan ditempatkan berdekatan dengan aktivitas yang akan dilakukan anak, seperti kran air, ember, dan spons.
  9. Anak-anak tampaknya benar-benar menikmati kegiatan pembelajaran dengan riang gembira.
  10. Peran guru menjadi fasilitator dan pembimbing.
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *