Prinsip Pengembangan Kurikulum PAUD, Catat!

Prinsip pengembangan kurikulum paud hendaknya memperhatikan beberapa karakteristik berikut

  1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik di

Kurikulum yang dikembangkan di Taman Kanak-kanak Negeri Pembina kecamatan Kawedanan  berdasarkan pada prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik di sesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik..

  1. Beragam dan terpadu.

Kurikulum di kembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak deskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial, ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi subtansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta di susun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antar subtansi.

  1. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, tehnologi dan seni.

Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, tehnologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, tehnologi dan seni.

baca juga: Pedoman Kurikulum 2013 PAUD: Analisis Kekurangan

  1. Relevansi dengan kebutuhan kehidupan.

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemamgku kepentingan (stakeholder ) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, Termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh Karena itu, pengembangan  ketrampilan pribadi, ketrampilan berpikir, ketrampilan sosial Ketrampilan akademik, dan ketrampilan vokasional merupakan keniscayaan.

  1. Menyeluruh dan berkesinambungan.

Subtansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian      keilmuan  dan mata pelajaran yang direncanakan dan di sajikan secara  berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.

  1. Belajar sepanjang hayat

Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, non formal, dan in formal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.

  1. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Kurikulum di kembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memperdayakan  sejalan dengan motto Bhinneka Tunggal Ika dalam kerangka Negara kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ).

 

 

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *