Preformasionisme John Locke

Preformasionisme John Locke

Preformasionisme merupakan sebuah anggapan dan pemikrian bahwa anak adalah makhluk yang sudah terbentuk utuh sebelumnya (preformed) sebagai  miniature orang dewasa. Hal ini dibuktikan dengan lukisan pada abad pertengahan dimana anak digambarkan dengan proporsi tubuh dan ciri-ciri wajah manusia dewasa, hanya ukurannya saja yang kecil. Selain itu ketika anak berumur enam atau tujuh tahun, anak boleh memasuki kumpulan orang dewasa dengan cara bekerja, bergaul, atau bermain.

Alasan masyarakat abad pertengahan memegang pandangan preformasionisme menurut Aries (1960, h.40) adalah karena tingginya angka kematian anak sehingga orangtua tidak peduli kualitas unik dan berbeda anak. Tetapi menurut Ausubel (1958, h.24), preformasionisme juga berkaitan dengan egosentrisme alamiah orang dewasa yang beranggapan bahwa semua hidup manusia memiliki bentuk dan fungsi yang sama dengan yang mereka miliki. Dalam sains, preformasionisme sangat mencolok di teori awal embriologi. Selama berabad-abad, ilmuan percaya bahwa sosok manusia kecil sudah terbentuk sempurna yang disebut homunculus yang dicangkokkan dalam sprema atau sel telur saat bersatu. Menurut mereka, ukuran homunculus memang tidak dapat dilihat karena ukurannya yang terlalu transparan dan kecil.

Di abad delapan belas, preformasionisme dalam dunia embriologi mulai ditinggalkan saat penelitian mikroskopis memperlihatkan kalau embrio berkembang lewat serangkaian tahapan. Dalam dunia social eropa, preformasionisme surut lebih awal  sekitar abad ke enam belas ketika para pemuka agama menekankan kualitas istimewa anak dengan pandangan:

  1. Anak masuk ke dunia dengan kemurnian dan kesucian yang dberikan Tuhan namun terkorupsi Mereka yakin bahwa pendidikan yang baik dapat menjadikan anak hakim yang baik imam yang baik, dan tuan tanah yang baik.
  2. Filsuf lain menganngap anak sudah mengusung dosa asal manusia pertama. Anak adalah mahkuk yang tidak tahu apa-apa, mereka hanya memiliki keasusilaan dan amoralitas. Cara irasional dan jahat anak harus dikeluarkan dari diri anak dengan menerapkan disiplin keras termasuk dnegan kekerasan fisik.

Demikian artikel tentang preforsiomanisme john locke semoga dapat bermanfaat untuk para calon guru paud.

baca juga: Pedoman Kurikulum 2013 PAUD: Analisis Kekurangan

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *