Populasi dalam Penelitian Ilmiah, Seperti Apa?

Populasi dalam Penelitian Ilmiah, Seperti Apa?

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang tetapi juga objek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekadar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek yang diteliti itu

Misalnya akan melakukan penelitian di sekolah x, maka sekolah x ini mempunyai populasi yang bisa berupa jumlah subjek atau orang dan karakteristik subjek atau orang. Pengertian pertama memberi makna bahwa populasi merupakan sekumpulan orang atau subjek dan objek yang diamati . Pengertian kedua memberi petunjuk bahwa orang-orang di sekolah x mempunyai karakteristik, misalnya motivasi kerjanya, disiplin kerjanya, kepemimpinannya, iklim organisasinya dan lain-lain. Sekolah juga mempunyai karakteristik lain seperti kebijakan, prosedur kerja tata ruang kelas, kelulusan yang dihasilkan dan lain-lain.

Satu orangpun dapat digunakan sebagai populasi karena satu orang itu mempunyai berbagai karakteristik, misalnya gaya bicara, disiplin pribadi hobi cara bergaul, kepemimpinannya dan lain-lain. Misalnya akan melakukan penelitian tentang kepemimpinan presiden y maka kepemimpinan itu merupakan sampel dari semua karakteristik yang dimiliki oleh kepresidenan. Dalam bidang kedokteran, 1 orang sering bertindak sebagai populasi . Darah yang ada pada setiap orang adalah populasi kalau akan diperiksa cukup diambil sebagian darah yang berupa sampel. Data yang diteliti dari sampel darah tersebut selanjutnya diberlakukan ke seluruh darah yang dimiliki oleh orang tersebut

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi . Misalnya karena keterbatasan dana tenaga dan waktu maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi . Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representative atau mewakili.

Bila sampel tidak representative, maka ibarat orang buta disuruh menyimpulkan karakteristik gajah . 1 orang memegang telinga gajah maka ia akan menyimpulkan gajah itu seperti kipas. Perang kedua memegang badan gajah, maka ia menyimpulkan gajah itu seperti tembok besar. Satu orang lagi memegang ekornya maka ia menyimpulkan gajah itu kecil seperti seutas tali . Begitulah kalau sampel yang dipilih tidak representative maka ibadah 3 orang yang buta itu membuat kesimpulan salah tentang gajah

 

baca juga : Teknik Sampling dalam Penelitian Ilmiah

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *