Polemik Mudik dan Pulang Kampung

Polemik Mudik dan Pulang Kampung

By Makhyatul Fikriya

Pernyataan Presiden Jokowi mengenai mudik dan pulang kampung menuai kritikan. Bagaimana memaknai kedua istilah tersebut. Simak ulasan pada postingan ini

Disclaimer, bahwa tulisan ini ditulis secara objektif tanpa ada tendensi/kecenderungan. Tulisan ini tidak terdapat unsur politik, namun ditinjau dari segi keilmuan secara bahasa. Sebagian menganggap hal ini penting karena menyangkut eksistensi bahasa namun sebagian beranggapan bahwa banyak yang lebih penting daripada hanya membahas soal istilah. Tulisan ini ditulis oleh pecinya literasi bukan pakar literasi.

Pernyatan Presiden RI

Sebagaimana disampaikan saat wawancara eksklusif pada acara Mata Najwa. Presiden Jokowi membuat pernyataa mengenai perbedaan mudik dan pulang kampung. Pernyataan tersebut dapat disimak disini. Banyak tokoh bahkan pakar bahasa yang menyoroti hal tersebut. Pernyataan presiden dinilai dagelan karena presiden membedakan makna mudik dan pulang kampung yang selama ini dianggap sama. Padahal di KBBI tertera jelas mudik bermakna pulang kampung.

Bagaimana Makna Etimologi?

Namun dalam suatu konteks yang perlu kita pahami adalah bahwa bahasa tak sekadar makna etimologi atau arti kata, namun juga terminologi atau istilah. Banyak kata bermakna sama namun penggunaannya berbeda. Sehingga tujuannya pun berbeda. Mengutip dari pembelajaran bahasa dari Nara Bahasa misalnya kata iri dan cemburu. Dalam KBBI cemburu bermakna iri hati. Namun dalam pembahasannya keduanya memiliki sisi perbedaan yaitu iri adalah untuk sesuatu yang tidak kita miliki misalnya iri teman memiliki tas bagus sedangkan kita tidak. Sedangkan cemburu adalah terhadap sesuatu yang kita miliki. Misalnya kita cemburu bila kekasih kita bercanda dengan orang lain. Kekasih tersebut jelas milik kita.

Begitu pula dengan kata sepakat dan setuju. Dalam KBBI sepakat adalah setuju. Sepakat adalah pendapat yang sama dalam pertukaran gagasan. Sedangkan setuju adalah persamaan tujuan dalam izin formal.

Bagaimana Memaknai Mudik dan Pulang kampung?

Kedua contoh di atas dapat kita analogikan terhadap pernyataan Bapak Jokowi yang mengatakan mudik dengan pulang kampung berbeda. Memang dalam KBBI sama namun bisa jadi keduanya berbeda. Mudik adalah ketika kita sudah bekerja di kota, KTP di kota, keluarga di kota namun ingin ke tempat kelahiran/ orang tua. Sedangkan pulang kampung kita memiliki KTP/KK/rumah di Kampung namun bekerja di kota kemudian saat pulang dikatakan pulang kampung.

Dari paparan di atas semoga kita dapat mengambil pelajaran. Terlepas dari benar atau tidaknya wallahu a’lam.

Terus simak berita dan materi di Sabyan Website lainnya.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *