Pola Perilaku Sosial Masa Kanak-Kanak

Pola Perilaku Sosial Masa Kanak-Kanak

Pola perilaku yang tidak sosial diantaranya negativisme dan agresi

Negativisme. negatif isme adalah perlawanan terhadap tekanan dari pihak lain untuk berperilaku tertentu titik biasanya hal itu dimulai pada usia 2 tahun dan mencapai puncaknya antara umur 3 dan 6 tahun. ekspresi fisiknya mirip dengan ledakan kemarahan, tetapi secara tahap demi tahap diganti dengan penolakan lisan untuk menuruti perintah

baca juga : Peran Guru dalam Pengalaman Sosial Anak di Sekolah

Kreasi titik agresi adalah tindakan permusuhan yang nyata atau ancaman permusuhan, biasanya tidak Timbulkan oleh orang lain. anak-anak makin ekspresikan sikap agresif mereka dengan berupaya penyerangan secara fisik atau lisan terhadap yang lain, biasanya terhadap anak yang lebih kecil

Pertengkaran titik pertengkaran merupakan perselisihan pendapat yang mengandung kemarahan yang umumnya dimulai apabila seseorang melakukan penyerangan yang tidak beralasan titik pertengkaran berbeda dari agresi titik pertama karena pertengkaran melibatkan dua orang atau lebih dengan agresi merupakan tindakan individu. kedua karena salah seorang yang terlibat dalam pertengkaran memainkan peran pertahanan negara dalam agresi peran kalau agresif.

Mengejek dan menggertak titik mengejek merupakan serangan secara lisan terhadap orang lain. menggertak merupakan serangan yang bersifat fisik. dalam kedua hal tersebut si penyerang memperoleh keputusan dengan menyaksikan ketidak enakan korban dan usahanya untuk membalas dendam

Perilaku yang sok kuasa. perilaku sok kuasa adalah kecenderungan untuk mendominasi orang lain atau menjadi majikan titik jika diarahkan secara tepat hal ini dapat menjadi sifat kepemimpinan, tetapi umumnya tidak demikian komandan biasanya hal ini mengakibatkan timbulnya penolakan dari kelompok sosial.

Egosentrisme.  Hampir semua anak kecil bersifat egosentris dalam arti mereka cenderung berpikir dan berbicara tentang diri mereka sendiri titik apakah kecenderungan ini akan hilang, menetap atau akan berkembang semakin kuat, bagian bergantung pada kesadaran anak bahwa hal itu membuat mereka tidak populer dan sebagian lagi bergantung pada kuat lemahnya keinginan mereka untuk menjadi populer

Prasangka titik landasan prasangka terbentuknya pada masa kanak-kanak awal yaitu tatkala anak menyadari bahwa sebagian orang berbeda dari mereka dalam hal penampilan dan perilaku dan bahwa perbedaan ini oleh kelompok sosial dianggap sebagai tanda kerendahan titik bagi anak kecil tidaklah umum mengekspresikan prasangka dengan bersikap membeda-bedakan orang yang mereka kenal

Antagonisme jenis kelamin. ketika masa kanak-kanak berakhir, banyak anak laki-laki ditekan oleh keluarga laki-laki dan teman sebaya untuk menghindari pergaulan dengan anak perempuan atau memainkan permainan anak perempuan titik mereka juga mengetahui bahwa kelompok sosial memandang laki-laki lebih tinggi derajatnya daripada perempuan titik walaupun demikian, pada umur ini anak lelaki tidak melakukan pembelaan terhadap anak perempuan tetapi Menghindari mereka dan memilih aktivitas yang dianggap sebagai aktivitas anak perempuan

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *