Perkembangan Sosial Emosional AUD

Perkembangan Sosial Emosional AUD

Perkembangan sosial emosional anak usia dini memiliki karakter khusus atau unik. Mereka beajar mengenal oranglain dan bagaimana cara bersikap yang baik agar mudah diterima. Terkadang rasa takut juga menyelimuti diri mereka karena adanya orang baru atau asing. Peran orangtua di sini untuk meyainkan anak bahwa orang baru itu juga biisa berteman dengannya.

baca juga: Preformasionisme John Locke

Anak usia dini berkembang dari sifat egosentris  ke interaksi sosial. Mereka dapat mempengauhi atau dipengaruhi oranglain. Perkembangan emosi akan mempengaruhi perkembangan sosial. Perkembangan emosi yang penting diantaranya: agresif, ketergantungan, dan ketakutan. Agresif merupakan perilaku untuk merusak barang atau berusaha menyakiti orang lain. Ketergantungan menyebabkan perilaku seperti lengket dengan seseorang, berusaha mencari persetujuan, pendamping, menentramkan hati, dan menuntut perhatian. Ketakutan termasuk perilaku seperti menangis dan menjauhi situasi yang menakutkan.

Karakteristik penting dalam perkembangan sosial emosional konsep diri, harga diri, dan pengaturan emosi diri. Konsep diri, anak mengembangkan kesadaran bahwa mereka berbeda dari anak lain dan memiliki karakteristik individual yang ditetapkan dengan penguasaan keterampilan dan kemampuan yang dimiliki. Pengaturan emosi diri terjadi ketika anak mengembangkan kesadaran perasaannya dan dapat memulai melakukan suatu hal yang mereka kuasai. Harga diri muncul ketika anak mulai membuat penilaian tentang kemampuan dan harga dirinya. Mereka merasa suka dan tidak tergantung pada bagaimana kemampuannya, orangtua, dan penerimaan teman sebayanya.

Tujuan observasi perkembangan sosial emosional:

  1. Mempelajari bagaimana anak mengembangkan keterampilan sosial
  2. Terbiasa dengan bagaimana anak belajar berinteraksi sosial
  3. Memahami perbedaan perkembangan sosial anak
  4. Terbiasa dengan cara anak usia dini mengendalikan emosinya
  5. Menyadari perbedaan respon dan perilaku emosional anak

Pertanyaan yang jawabannya diperoleh dari observasi perkembangan sosial emosional:

  1. Bagaimana anak menunjukkan kesadaran sosial dan keterampilan prososial?
  2. Bagaimana anak mengembangkan kemampuan pemimpin? Amati anak yang dapat memimpin temannya ketika bermain dan gambarkan peran apa saja yang muncul
  3. Bagaimana anak menyelesaikan masalah? Amati anak yang menjadi agresif dan apa responnya pada korbannya?
  4. Kejadian apa yang memicu ketergantungan atau ketakutan? Amati anak yang memasukan situasi berbeda dan gambarkan reaksi anak.
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *