Perkembangan Penglihatan Sejak Dini

Perkembangan penglihatan sejak dini dapat diamati semenjak dalam kadungan. Sejatinya, janin mulai daapt membuka mata mereka ketika berada dalam kandungan meskipun belum dapat melihat. Neurobiologis menjelaskan bahwa sebagian besar penglihatan berkembang selama tahun pertama, dan berkembang pesat setelah usia empat bulan. Kepadatan sinapsis pada sisitem penglihatan mencapai puncaknya  pada usia 10 bulan (Wilson, 1993), setelah usia 10 bulan otak mulai mengurangi koneksi yang tidak diperlukan. Terdapat lebih dari 15 bagian visual yang ada di otak (termasuk bidang yang terkait dengan persepsi warna, gerakan, warna, dan kedalaman), bayi yang sedang berkembang membutuhkan stimulasi dini, seperti latihan memegang benda-benda konkret, mengenal bentuk, berat, dan gerakan.

baca juga: Nutrisi Lengkap Mengoptimalkan Perkembangan ANa

Secara spesifik sistem visual sangat kompleks (lihat Gambar 2.2), psikolog Daphne Maurer mengatakan, “pengalaman dan interaksi memainkan peran penting dalam perkembangan visual spasial” (Maurer & Lewis, 2001, p. 237). Pengalaman dan interaksi tidak selalu berasal dari televisi, yang sering digunakan babysitter untuk menenangkan anak (Tonge, 1990). Televisi adalah dua dimensi, dan otak yang sedang berkembang membutuhkan lebih dari sekedar 2D, kata VS Ramachandran, seorang neuroscientist dan spesialis visual di Univer-sity of California-San Diego. Tayangan televisi berganti dengan cepat, sehingga mata terus bekerja. Selain itu, dalam TV memberikan tayangan abstrak yang tidak ada di sekitar anak. Sehingga memperburuk proses belajar anak.

Selain TV, di era teknologi seperti saat ini layar ponsel menjadi salah satu kewaspadaan orangtua. Anak yang terlalu menatap layar ponsel dapat mengalami minus karena mata terlalu sering lelah. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa anak yang lebih sering duduk menatap layar ponsel lebih berisiko terkena obesitas. Mata yang terlalu lelah berbahay untuk kesehatan. Oleh karena itu diperlukan jeda atau istirhat ketika menggunakan layar ponsel. Sesekali pandang dedaunan hijau di luar jendela akan membantu mata lebih rileks. Demikian artikel tentang perkembangan penglihatan pada anak. Semoga bermanfaat.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *