Perkembangan Emosional Anak

Perkembangan Emosional Anak

Perkembangan emosional pada kanak-kanak merupakan perkembangan yang unik. Perkembangannya terlihat sebagai sebuah hal yang unik dan tidak dapat terjadi lagi nanti di usia dewasanya.

Gangguan emosional pada kanak-kanak

Terdapat beberapa gangguan emosional pada masa kanak-kanak sehingga terkesan dan sebagai penyebab ketakutan kanak-kanak untuk melakukan atan. Antara lain pada suasana yang gelap sehingga takut melakukan sesuatu pada malam hari di luar rumah; takut berhadapan dengan seorang dokter karena pernah mendapat pengobatan yang berlebihan dosisnya (overdosis); karena temperamen orang dewasa di rumahnya, misalnya sering dimarahi sehingga anak takut berhadapan dengan orang dewasa, baik dengan orang tuanya sendiri maupun orang lain.

Anak-anak yang sering mengalami gangguan semacam itu selalu merupakan masalah bagi para psikiater, kurang lebih 20 menderita gangguan tersebut. Dan hanya sekitar 1 di antara 5 orang anak yang mendapatkan perawatan dengan baik. Gangguan semacam ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor.

baca juga:Implementasi Penilaian Perkembangan Kognitif Piaget

Beberapa tipe masalah emosional

Kebrutalan atau keberingasan anak nampak pada perilakunya; mereka menunjukkan suatu perbuatan yang sering kali memerlukan bantuan orang lain. Misalnya, berkelahi, berbohong, mencuri, merusak hak milik dan bentuk lain yang berbeda. Dalam hubungan ini kita dapat melihat bahwa berbagai alasan anak-anak tersebut tetap sama dalam tahap konkret. Sebab kondisi tersebut masih tetap terikat pada situasi tertentu sehingga anak tidak dapat mengaplikasikan operasi dasar mental yang sama pada situasi yang berlainan.

Bentuk-bentuk tindakan tersebut merupakan ekspresi yang keluar dari emosional yang terganggu. Sekalipun demikian pada umumnya anak-anak berusaha mengubahnya dan menutupi perilaku mereka dengan mengemukakan alasan untuk dapat dipercayai oleh orang lain, menutupi kebohongannya dengan maksud menghindari hukuman karena perbuatannya. Akan tetapi ketika anak telah berusia lebih dari 6 atau 7 tahun sekalipun mereka tetap membuat cerita yang bohong, mereka merasa sadar dan tidak aman perasaannya. Oleh karena itu, dia membuat cerita yang muluk-muluk agar orang lain percaya kepadanya; dapat pula mereka lakukan berbuat bohong tersebut karena untuk menyenangkan orang tuanya.

Perkembangan emosional sering kali juga terjadi pencurian kecil-kecilan yang dilakukan oleh anak-anak. Namun hal semacam ini tidak selamanya merupakan perbuatan menerus terhadap orang tuanya atau bahkan dilakukan secara terbuka terhadap orang lain; mereka dapat ditangkap, namun untuk kesekian kalinya mereka berusaha ingkar dan berusaha menyenangkan atau mengelabui tuanya. Setiap perilaku anti sosial yang kronis harus dianggap sebagai suah tanda adanya emosional yang terganggu.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *