Perkembangan dan Kemampuan berbahasa pada Anak Usia Dini

Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini

Pengertian bahasa anak usia dini merupakan adalah pengembangan bahasa. Bahasa memungkinkan anak untuk menerjemahkan pengalaman ke dalam simbolsimbol yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dan berpikir. Belajar bahasa yang sangat krusial terjadi pada anak sebelum 6 tahun. Oleh karena itu, taman kanak-kanak atau pendidikan pra sakolah merupakan wahana yang sangat penting dalam mengembangkan bahasa anak. Anak memperoleh bahasa dari lingkunga keluarga dan dari lingkungan masyarakat.

Perkembangan bahasa yang baik bagi mereka, dapat meningkatkan kosakata dengan cepat. Anak akan belajar bagaimana berpertisipasi dalam suatu percakapan dan menggunakan bahasanya untuk memecahkan masalah. Menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan orang lain, anak akan mendapatkan benyak sekali kosakata, sekaligus dapat mengekspresikan dirinya melalui bahasa. Pengertian bahasa yang lain juga dikemukakan oleh Badudu (dalam Gunarti, dkk, 2008: 1.35) yang menyatkan bahasa adalah alat penghubung atau komunikasi antar anggota masyarakat yang terdiri dari individu-individu yang menyatakan pikiran, perasaan dan keinginannya.

Bahasa sebagai suatu sistem bunyi yang arbitler (mana suka) 6 dipergunakan masyarakat dalam rangka kerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Seorang anak dapat mempelajari bahasa dengan berbagai cara dari komunitas belajarnya. Ketika seorang anak terdiam saat menyimak orang tua atau teman berbicara atau melihat dan membaca gambar atau tulisan maka mereka dapat memahami bahasa berdasarkan konsep pengetahuan dan pengalaman yang mereka peroleh. Untuk selanjutnya Yusuf (dalam Yudha9 dkk, 2005: 24) memaparkan bahwa bahasa sangat erat kaitannya dengan perkembangan pikiran individu tampak dalam perkembangan bahasanya yaitu kemampuan membentuk pengertian, menyusun pendapat, dan menarik kesimpulan. Brewer (dalam Suyanto 2005:73) mengatakan bahwa anak mulai memeram atau cooing yaitu melafalkan bunyi yang tidak ada artinya secara berulang, seperti suara burung yang sedang bernyanyi. Setelah itu anak mulai belajar kalimat dengan satu kata seperti “maem” yang dimaksud minta makan dan “cucu” yang dimaksud minta susu. Anak pada umumnya belajar nama-nama benda yang ada disekitarnya sebelum kata-kata yang lain.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahawa bahasa merupakan alat untuk mengekspresikan ide dan sebagai alat penghubung atau alat komunikasi antar individu untuk menyatakan pendapat, perasaan dan keinginan. 2. Tahap Perkembangan Bahasa dan Bicara Anak Secara Umum Potensi akan berkembang lebih cepat menjadi pola kebiasaan dimana perkembangan pada usia dini berpengaruh bagi diri anak sepanjang hayat dan mempengaruhi penyesuaian pribadi serta sosialnya, bertambahnya usia perilaku yang dibentuk dan terbentuk pada awal kehidupan cenderung akan bertahan.

Menurut Musfiroh (2008:7) Perkembangan merupakan suatu perubahan yang berlangsung seumur hidup dan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi seperti biologis, kognitif, dan sosio-emosional. Bahasa adalah suatu system symbol untuk berkomunikasi yang meliputi fonologi (unit suara), morfologi (unit arti), sintaksis (unit bahasa), semantik (variasi arti), dan pragmatik (penggunaan bahasa). Dengan bahasa anak dapat mengkomunikasikan maksud, tujuan, pemikiran, maupun perasaanya pada orang lain

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *