Periode Kebahagiaan dan Tidak Kebahagiaan Anak

Periode Kebahagiaan dan Tidak Kebahagiaan Anak

Periode kebahagiaan dan tidak kebahagiaan diperlihatkan dalam usia tertentu. Masa bayi untuk sebagian terbesar merupakan periode yang paling bahagia sepanjang hidup. Ini karena hampir setiap orang baik dewasa maupun anak-anak Berkaitan dengan ketidakberdayaan seorang bayi dan berusaha membahagiakannya. Akan tetapi, beberapa bayi yang tidak diinginkan di acuhkan, dan disiksa . Bagi mereka masa bayi dapat menjadi sangat menyedihkan.

Dengan sendirinya tahun kedua dari kehidupan kurang bahagia daripada tahun pertama. Selama tahun ini bayi sering rewel dan mudah tersinggung bila gigi tumbuh hal ini membuat mereka kurang menarik. Mereka tidak suka dianggap seperti bayi dan dalam upaya menunjukkan kemandiriannya, mereka menjadi suka melawan dan sulit ditangani . Mereka kecewa karena tidak dapat melakukan sesuatu yang diinginkan karena teknik pendisiplinan yang mungkin mencakup tamparan dan pukulan . Lain hal tersebut di atas banyak banyak dibuat tidak bahagia selama tahun kedua kehidupan dengan kelahiran saudaranya yang menjadi pusat perhatian baru dari orangtuanya.

Karena lingkungan anak kecil terutama terbatas dalam rumah kebahagiaan mereka terutama ditentukan oleh bagaimana anggota keluarga memperlakukan mereka . Misalnya saudara kandung menolak untuk bermain dengannya karena ia tidak dapat mengikuti kecepatan mereka atau bilamana orang tua menunjukkan perhatian yang lebih besar kepada saudaranya yang lain daripada dirinya sehingga ia akan merasa tidak dicintai dan tidak diinginkan.

Banyak faktor yang mempengaruhi kebahagiaan dalam akhir masa kanak-kanak . Hasilnya, periode ini merupakan salah satu periode yang paling bahagia sepanjang hidup. Salah satu contoh dari kondisi yang paling penting dalam mempengaruhi kebahagiaan pada usia ini adalah bahwa anak yang lebih besar lebih banyak mempunyai pilihan dalam lingkungan mereka daripada ketika masih berada dalam prasekolah . Bila mereka tidak bahagia di rumah mereka dapat lebih banyak menghabiskan waktunya di sekolah, di tempat bermain, atau di rumah teman sebayanya yang selesai rumahnya lebih menyenangkan daripada rumahnya sendiri.

Puber merupakan periode yang tidak menyenangkan bagi kebanyakan anak agama sehingga mereka berusaha menghindarinya dengan menghabiskan waktunya dalam dunia khayal atau dengan berbicara tentang Hal yang berbahaya . Banyak kondisi yang turut mempengaruhi ketidakbahagiaan nya dalam periode ini. Pertumbuhan dan perubahan yang cepat selama masa puber menimbulkan kelelahan yang menyebabkan para remaja marah-marah. Hal ini sebaliknya membuat mereka kurang disukai anggota keluarga guru dan teman sebayanya.

baca juga: Pola Emosi yang Berkaitan dengan Rasa Takut

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *