Perilaku Normal vs “Bermasalah” untuk Anak

Perilaku normal lawan perilaku bermasalah dalam setiap periode perkembangan itu pasti ada setiap periode perkembangan beberapa pola perilaku normal dianggap sebagai perilaku bermasalah bagi para orangtua guru dan orang dewasa lainnya karena mereka tidak mengikuti standar orang dewasa . Misalnya , anak kecil yang mengambil barang orang lain atau yang menceritakan omong kosong . Mereka belum mencapai tingkat perkembangan mental yang memungkinkannya memahami perbedaan antara milikku dan milikmu ada antara kenyataan dan hasil imajinasi .

baca juga  Perilaku Antisosial, Kapan Munculnya pada Diri Anak?

Pola perilaku bermasalah timbul karena penyesuaian yang harus dilakukan anak terhadap tuntutan dan kondisi lingkungan yang baru . Semakin besar tuntutan dan perubahan yang terjadi dalam lingkungan , semakin besar pula masalah penyesuaiannya akan hadapi anak tersebut . Selama tahap ketidakseimbangan , suatu konstelasi tekanan lingkungan dan perubahan biologis mempengaruhi perilaku anda . Pada masa pubertas harapan masyarakat ialah agar si anak berhentikan dewasa bertepatan dengan penyesuaian yang harus dilakukan anak itu terhadap perubahan fisik dan psikologis yang timbul pada masa pubertas .

Para orang tua dan guru sering menganggap perilaku normal yang mengganggu ketenangan di rumah atau kelancaran sekolah sebagai perilaku musik bila mereka beranggapan seperti itu usia anak mungkin akan mengembangkan sikap yang tidak menyenangkan terhadap mereka dan terhadap situasi dimana perilaku itu terjadi . Akibatnya ialah si anak mengembangkan perilaku yang merupakan masalah misalnya berbohong , berbuat licin atau merusak sebagai cara membalas dendam .

Kebanyakan bentuk perilaku bermasalah yang nyata adalah normal bagi usia yang lebih mudah bagi anak-anak mungkin bertahan pada perilaku tidak matang karena mereka belum belajar menghadapi kebutuhannya dengan cara yang lebih matang atau karena mereka merasa kurang puas dengan perilaku yang matang . Karena yang menurunkan perilaku yang sebelumnya telah dilalui ketika mereka merasa iri dan dengan perilaku tersebut mereka memperoleh kekuasaan dari perhatian yang diperoleh atas ketidakberdayaan jika mereka tetap mempertahankan pola tersebut hal ini merupakan isyarat adanya gangguan tertentu dalam hubungan sosialnya dan dapat dianggap sebagai masalah perilaku yang serius itu misalnya , mencuri akan ditolerir pada masa pra sekolah namun pada usia lebih besar atau remaja hal ini akan dianggap sebagai perilaku nakal .

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *