Perilaku Anak: Apa dampak Pengasuhan Keluarga Kompleks?

Perilaku Anak: Apa dampak Pengasuhan Keluarga Kompleks?

Perilaku anak ditentukan oleh bagaimana pengasuhan dari sebuah keluarga. Keluarga menyediakan lingkungan yang penting bagi perkembangan anak. Anak belajar mengatur emosi dan perilaku mereka ketika merespon berebagai pengalaman sosial dan keluarga kompleks dapat mengubah sifat hubungan, jumah, dan distribusi sumber daya dalam rumah tangga. Pengaruh keluarga kompleks akan berbeda sesuai dengan struktur keluarga dan status imigrasi orangtua. Pada orangtua tunggal, keluarga kompleks merupakan tempat yang menyediakan sumber daya karena mereka mendapat dukungan dari orangtua yang menikah.

Keluarga kompleks atau lengkap

Keluarga kompleks dapat menjadi sumber peningkatan tekanan bagi keluarga karena harus berbagi ruang dan melalui interaksi yang negatif dengan orangtua anak. Jika anak harus berbagi dengan kerabat keluarga lain, dia mungkin akan memiliki masalah gangguan tidur karena perbedaan jadwal dengan kerabat lain, sulit untuk berkonsentrasi, dan memiliki lebih banyak perilaku menyimpang. Ketegangan antara ibu dan keluarga kompleks mengenai pembagian pengasuhan anak dapat membahayakan perkembangan emosi anak.

Keluarga kompleks juga dapat mengganggu penggunaan fasilitas keluarga anak yang seharusnya disediakan bagi mereka. Kerabat yang lebih tua yang sudah lemah atau sedang sakit akan menggunakan fasilitas yang seharusnya diperuntukkan bagi anak seperti uang, waktu, perhatian, dan ruang. Peningkatan perawatan kerabat akan menurunkan interaksi dengan anak yang dapat mengganggu perilaku anak dan kesehatan psikologisnya.

Hasil Penelitian

Penelitian yang dilakukan oleh Kang & Cohen (2017: 18) menunjukkan bahwa kerabat besar memiliki hubungan yang signifikan degan tingginya perilaku yang buruk pada anak. Hubungan yang positif hanya signifikan terjadi pada keluarga kompleks dimana ayah dan ibu menikah. Ketika ada ayah dan ibu tinggal bersama kerbat besar, mereka lebih sedikit menerima bantuan dari kerabat dalam hal pengasuhan. Perilaku negatif pada anak muncuk karena terlalu banyak dikontrol oleh keluarga kompleks dengan berbagai peraturan yang mengikat, bukan pada peraturan yang ditanamkan pada dengan berbagai alasan yang dapat diterima anak. Keluarga kompleks mungkin dapat merangsang emosi negatif dalam diri anak. Sebagai contoh dari stimulasi negatif adalah ketagangan antara orangtua anak dan kerabat lain, bertambahnya beban pengasuhan bagi orangtua, tekanan dalam diri anak karena harus berbagi uang, waktu, perhatian, dan ruang dengan anggota keluarga yang semakin bertambah.

Hasil penemuan di atas ternyata berlawanan dengan penelitian lain yang menunjukkan bahwa keluarga kompleks dapat menjadi benteng perlindungan bagi anak terutama bagi ibu sebagai orangtua tunggal. Hasil pengasuhan anak terutama yang berkaitan dengan pembentukan perilaku dan kesehatan psikologis pada orangtua tunggal yang mendapat dukungan dari keluarga kompleks ternyata tidak berbeda dengan anak yang orangtua lengkap atau menikah. Orangtua yang menikah juga tidak terlepas dari kemiskinan dan tidak terlalu terlibat dalam hubungan keluarga kompleks. Jika dibandingkan dengan orangtua tunggal, maka orangtua yang menikah lebih sedikit menerima damingan sosial dari keluarga kompleks sehingga anak tidak mendapatkan manfaat dari kehadiran keluarga kompleks seperti mereka yang orangtuanya tunggal.

Baca juga : Pengasuhan Kakek-Nenek Apakah Berbeda ?

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *