Perbedaan Perkembangan antara Kelahiran Tunggal dan Kembar

Perbedaan Perkembangan antara Kelahiran Tunggal dan Kembar

Perbedaan perkembangan antara kelahiran tunggal dan kembar  Memiliki pengaruh nyata pada perkembangan sebelum dan sesudah lahir. Anak identik dari kelahiran kembar mempunyai potensi fisik dan mental yang berupa titik akibatnya tidak dapat dihindarkan bahwa mereka akan kurang mempunyai individualitas sekalipun mereka mempunyai lingkungan paska lahir yang sangat berbeda dibandingkan dengan anak dari kelahiran kembar yang non identik atau lahir tanggal.

baca juga : Kembar 3, Kembar 4, dan Kembar 5, Lihat Bedanya!

Faktor pertama yaitu lingkungan berakhir anak-anak dari kelahiran kembar berbeda dalam hal yang penting dari anak kelahiran tunggal. Anak dari kelahiran kembar biasanya berdasarkan dalam ruang alamiah yang ditujukan hanya bagi 1 anak. Akibatnya salah satu diantara berada dalam posisi yang kurang menguntungkan daripada yang lain. Anak kelahiran kembar sering lahir prematur karena rahim tidak mampu lagi meregang lebih lanjut dengan bertambah besarnya janin titik ini tentu saja tidak selalu benar tetapi cacat fisik atau psikologis lebih umum terjadi diantara anak kelahiran kembar daripada anak tunggal.

Faktor kedua adalah lingkungan pasar lahir anak kelahiran kembar juga cukup berbeda dari kelahiran tunggal. Anak kelahiran kembar harus berbagi waktu dan perhatian orang tua. Bila salah satu anak lebih lemah ia mungkin lebih banyak mendapat perhatian. Oleh karena itu saudaranya mungkin merasa bahwa orang tuanya bersikap pilih kasih. Disamping itu ke mana yang lebih lemah mungkin mengembangkan pola kepribadian sebagai pengikut, sedangkan yang lebih kuat memegang peran sebagai pemimpin.  Persaingan dan perlawanan, kebencian dan permusuhan antar saudara seringkali dipertajam jika salah seorang diantaranya merasa bahwa orang tuanya menunjukkan sikap pilih kasih. Ane lebih lemah mungkin mengembangkan perasaan tidak berdaya dan menjadi korban. Anak yang lebih kuat mungkin merasa didiskriminasikan

Walaupun ada hubungan antara saudara yang tidak menguntungkan seperti itu, hubungan saling mengasihi menjadi lebih kuat dengan bertambahnya usia kelahiran kembar seperti juga pada kelahiran tunggal. Karena tradisi yang beranggapan bahwa anak yang berbagi lingkungan terakhir yang sama harusnya berbagi lingkungan paska lahir yang sama pula anak kelahiran kembali senantiasa diperlakukan sama. Mereka diharapkan bermain bersama, berbagai alat main dan teman yang sama komandan berpakaian sama tanpa memperdulikan apakah jenis kelamin mereka sama atau tidak. Ini membekukan perkembangan individualitas.

Faktor ketiga yaitu sikap orang tua terhadap kelahiran kembar mencerminkan perilaku orang tua yang secara tidak langsung mempengaruhi perkembangan anak.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *