Peran Guru dalam Pengalaman Sosial Anak di Sekolah

Peran Guru dalam Pengalaman Sosial Anak di Sekolah

Peran guru dalam sekolah adalah memberikan pengarahan dan pembimbingan serta fasilitator dalam memahami lingkungan. Hal ini harus dilakukan karena siswa menghabiskan begitu banyak jam kehidupan mereka di sekolah, guru harus mempertimbangkan apa yang dilakukan untuk otak mereka selama waktu itu. Misalnya, guru berperan dalam menanamkan pentingnya kedisiplinan dalam kehidupan. Nilai disiplin sangat penting untuk digunakan seseorang dalam menjalani kehidupan.

Seseorang yang berhasil pasti memiliki kedisiplinan yang kuat. Dengan demikian, sosok guru dijadikan panutan atau teladan para siswa. Nilai positifnya bagi guru adalah guru akan selalu mencoba belajar dan hidup sebagai teladan bagi siswanya. Lingkungan sekolah juga sangat membantu individu dalam proses sosialisasi. Sebagai contoh, jika kita perhatikan, sekolah kita telah memiliki sistem (alur kerja) dalam kesehariannya. Misalnya, nilai yang ditawarkan sekolah kepada setiap prbadi. Selain itu, sekolah sangat terbuka dalam membantu kita memahami orang lain dari sudut pandang bermacam-macam. Dengan demikian, lingkungan sekolah mampu memberikan pelajaran tentang HAM. Ada banyak cara praktik untuk mengaplikasikan penemuan untuk menemukan hubungan otak sosial.

baca juga:Bagaimana Pengalaman Sosial Mempengaruhi Otak?

 Pengumpulan informasi

Untuk pemula, pendidik dapat mengumpulkan informasi tentang kecenderungan sosial siswa. Berapa banyak waktu yang siswa habiskan untuk sendiri, berpasangan, dan dalam kelompok maupun tim? Untuk mengetahuinya sederhana saja, bertanya pada mereka. Kemudian perhatikan dan dengarkan untuk mengetahui perubahan  dalam kecenderungan mereka. Sekali anda mendapatkan tanda kecenderungan mereka, maka dari itu dapat langsung dibuatkan rencana. Tetapi jangan lupa, keberagaman adalah strategi terbaik.

Pengelompokkan sosial cepat

Kebanyakan dari waktu kebutuhan sosial siswa dapat terjadi dalam kelompok non formal. Mintalah siswa untuk berdiri, berjalan sepuluh langkah dan temukan pasangan. Kemudian siswa dapat berbagi dengan pasangannya atau saling tanya – jawab, membuat dugaan sementara atau mengulang pelajaran sebelumnya. Siswa dapat berganti pasangan. Minta siswa untuk menemukan pasangan diluar kelas, bisa orang tua, karyawan sekolah. Pilihan lain adalah membiasakan mengucap salam dengan permainan “ucapkan kepada ..” Ketika sempat mulailah dengan “ucapakan salam pada tetanggamu ‘selamat pagi’” atau “ucapakan salam pada tetanggamu ‘kerja bagus’”

Keseimbangan sosial dan individual

Tugas sosial seperti berkumpul dan aktivitas kelompok menjadi bagian dari kehidupan sekolah. Bagaimanapun penting untuk menyeimbangkannya dengan menghabiskan waktu sendiri. Tujuan sebenarnya adalah keseimbangan antara pengalaman sosial individual. Untuk perluasan tertentu, pilihan siswa bermain peran, memperbolehkan mereka untuk menentukan bermain peran yang seperi apa yang akan berhasil.

Pembelajaran kooperatif

Pembelajaran kooperatif mengajarkan kemampuan sosial dan pengaruhnya sangat kuat (Johnson & Johnson, 1999). Penelitian menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan pembelajran kooperatif menunjukkan perolehan belajar yang lebih baik dari siswa yang berkompetisi secara individu (Walberg, 1999). Tim, dapat bekerja dengan baik, orientasi tujuannya adalah bekerja dalam proyek khusus (berbeda dengan pembelajaran kooperatif yang mana lebih terbuka dan penyusunannya dalam jangka panjang). Garis bawahnya adalah ikatan struktur sosial sangat penting dan berharga.

Instruksi kemampuan sosial

Kebanyakan guru sekolah dasar memanfaatkan waktunya dalam mengembangkan kemampuan sosial siswa, tetapi praktiknya menjadi sangat berkurang saat siswa berada pada sekolah menengah dan atas. Ketika dimasukkan dalam kurikulum, pengajaran kemampuan sosial membutuhkan waktu yang ekstra dan anda akan mendapatkan hasil yang signifikan yakni sedikit gangguan, banyak persahabatan dan perasaan yang baik tentang pembelajaran.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *