Pengumpulan Data Penelitian Grounded di PAUD

Pengumpulan data pada penelitian ini dapat dilakukan melalui observasi, percakapan, wawancara, rekaman, catatan harian responden, dan refleksi personal miliki peneliti (Charmaz, 2000; Creswell, 2012: 432). Kebanyakan penelitian grounded theory menggunakan wawancara untuk memperoleh hasil pengalaman terbaik dari partisipan dengan kalimat mereka sendiri.

baca juga: Empat Jurnal PAUD Terakreditasi SINTA 4 Awal 2020

Glaser and Strauss (Louis, 2007: 492) menyatakan bahwa theoretical sampling adalah proses pengumpulan data untuk memunculkan teori dengan cara peneliti bersama-sama mengumpulkan, mengkode, dan menganalisis data dan memutuskan data apa yang selanutkan harus terkumpul, dimana menemukannya, dalam rangka untuk mengembangkan teori yang muncul. Proses pengumpulan data ini dikontrol oleh kemunculan teori.

Theoritical sampling berarti peneliti memilih bentuk pengumpulan data yang dapat menghasilkan naskah dan gambaran untuk menghasilkan sebuah teori. Sample atau partisipan dapat ditentukan sesuai dengan focus teori yang akan didapatkan. Misalnya jika grounded theory digunakan untukĀ  meneliti tentang faktor yang mempengaruhi anak memilih sekolah, maka partisipan yang terbaik adalah anak dan orangtuanya karena mereka terlibat secara langsung dalam proses pemilihan dan dapat memberikan informasi pengalaman pada tangan pertama. Akan tetapi, pihak sekolah seperti kepala sekolah juga mungkin dapat memberikan informasi tambahan meskipun kurang objektif.

Selain menggunakan data sample untuk menghasilkan nilai teoritis, grounded theory juga disertai dengan emerging design. Emerging design adalah proses dimana peneliti ketika mengumpulkan data, menganalisisnya dengan segera daripada menunggu sampai semua data terkumpul. Gambar berikut akan lebih menjelaskan tentang konsepĀ  tersebut

(1)Pengumpulan pertama pada data wawancara, peneliti menganalisis untuk memperoleh kategori permulaan dan kemudian mencari petunjuk tentang tambahan data yang harus dikumpulkan. Petunjuk tersebut mungkin kategori yang belum berkembang, informasi yang hilang pada rangkaian proses penelitian, atau partisipan baru yang dapar memberikan pemahaman mendalam pada beberapa aspek. Peneliti kemudian kembali ke lapangan untuk menemukan data tambahan. (2) Peneliti memilah, mengembangkan, dan mengklarifikasi arti dari kategori untuk sebuah teori. Kemudian kembali lagi ke lapangan lalu menganalisis, dan kembali lagi dengan proses yang sama sampai data yang diperoleh mencapai kejenuhan. Kejenuhan adalah sebuah pernyatan dimana peneliti membuat penentuan subjektif apabila data baru tidak akan memberikan informasi yang baru lagi atau pemahaman mendalam untuk mengembangkan kategori.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *