Pendidikan Seni Tari untuk Anak Usia Dini

Pendidikan Seni Tari untuk Anak Usia Dini

Pendidikan seni termasuk juga seni tari juga sangat berpengaruh pada perkembangan anak yang ditandai dengan perkembangan motorik kasar dan halus, perkembangan bahasa, Perkembangan sosial dan emosional anak titik bahkan penelitian yang dilakukan oleh lestari( kusumastuti tahun 2004), menjelaskan bahwa dengan belajar seni tari anak dengan sendirinya telah mendapatkan kegiatan seni tari, terkendalinya sikap, tidak nakal sama dan mempunyai sopan santun yang baik. Pendidikan seni tari anak usia dini adalah suatu proses atau usaha dalam mendidik anak agar mampu mengontrol dan menginterpretasikan gerak tubuh, memanipulasi benda-benda dan menumbuhkan harmoni antara tubuh dan pikiran. pendidikan tari anak usia dini menekankan pada gerak, ketidakharmonisan gerak mengontrol gerak motorik kasar maupun motorik halus yang dapat mengembangkan kecerdasan anak.

Dalam tari dapat membantu perkembangan fisik dan pola gerak anak. jika latihan tari dilakukan bersama-sama dengan temannya, maka diharapkan dapat membantu mengembangkan kemampuan bersosialisasi mengatur emosi, meningkatkan daya berpikir, dan lainnya. gerak tari merupakan ekspresi perasaan manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk oleh media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis. Adapun tujuan pembelajaran seni tari adalah mengenalkan seni tari pada anak-anak sehingga mereka merasa suka dan tertarik untuk mempelajarinya dan dalam proses pembelajarannya anak-anak dapat mengekspresikan kreativitasnya melalui gerak yang ia ciptakan sendiri

baca juga :  Seni Dua Dimensi untuk Anak Usia Dini

Sebetulnya, pembelajaran seni tari ini memang sangat efektif untuk menggugah motivasi belajar anak. Energi yang berlebih yang dimiliki oleh setiap anak usia dini dapat disalurkan melalui gerakan tari yang diiringi dengan alunan musik maupun lagu. Menari merupakan salah satu ekspresi bagi anak ketika ia ingin mengungkapkan apa yang ia rasakan, apa yang ia lihat dan apa yang ia ingin menunjukkan kepada orang lain. terlebih ketika menari bersama-sama dengan temannya anak akan termotivasi untuk melakukan gerak serta mengeluarkan seluruh energi yang ia miliki. Terlebih gerakan tari juga memacu anak untuk lebih percaya diri dan terus menggunakan kognitif nya untuk mengingat maupun untuk berpikir gerakan apa yang ia lakukan setelahnya.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *