Pendidikan Seksual untuk Anak Usia Dini

Pendidikan Seksual untuk Anak Usia Dini

Pendidikan seksual mungkin merupakan hal yang aneh atau tabu bagi sebagian masyarakat dan orangtua. Masih banyak yang menganggap membicarakan seksualitas pada anak adalah hal yang tidak pantas dilakukan. Namun tahukah bunda betapa pentingnya pendidikan ini untuk anak ?

Akan lebih baik jika an lebih tahu tentang seksualitas dari orangtuanya daripada teman-temannya. Kenapa? Karena jika mereka tahu dari temannya, maka sulit mengontrol sejauh mana rasa ingin tahunya. Namun jika bunda yang bercertia dan memberikan pendidikan sejak dini, maka rasa penasaran anak dapt dikontrol dan dipantau. Lalu darimana orangtua harus memulai menjelaskan atau melakukan pendidikan seksual untuk anak?

Pendidikan seksual dimulai dari mengenal dirinya sendiri

Secara sederhana, pendidikan seksual dimulai dari mengenal dirinya sendiri. Apakah diri anak itu laki-laki atau perempuan? Kenalkan ciri khusus jika seseorang dianggap laki-laki dan bagaimana jika dianggap perempuan. Sederhana bukan pendidikan seksual itu? Makanya jangan langsung setelah mendengar seksualitas orangtua langsung menciut dan lari tidak ingin mempelajarinya lebih lanjut.

Bagian tubuh yang tertutup baju tidak boleh disentuh siapapun

Setelah anak mengetahui karakteristik khusus laki-laki atau perempuan, maka kenalkan bahwa ada bagian dari tubuh kita yang tidak boleh disentuh selain diri sendiri atau ibu. Bagian tubuh tersebut adalah yang tertutup baju. Semua anggota tubuh yang tertutup baju tidak boleh disentuh teman, paman, bibi, kakak, dan orangĀ  yang tidak dikenal. Pokoknya yang boleh menyentuh hanya ibu dan dokter. Jika ada yang menyentuhnya, minta anak untuk melaporkan kepada bu guru ketika di sekolah dan orangtua ketika dirumah. Minta anak juga segera untuk lari dan lapor.

Ajari anak untuk menolak jika diimingi hadiah atau makanan orang lain

Para pedofil atau pelaku kejahatan seksual akan menggunakan iming-iming sebagai bujuk rayuan anak. Mereka bisa memberikan uang, permen, hadiah, es krim, atau janji jalan-jalan ke arena bermain. Jika anak diajak oleh oranglain sekalipun itu mereka kenal, maka harus ijin dahulu kepada orangtua. Ajari anak untuk menolak. Jika tidak sama bunda maka anak tidak usah mau untuk diajak. Mengapa? Pedofil tidak hanya berlaku bagi orang tak dikenal anak, namun juga malah kadang lingkungan terdekat anak juga menjadi pelakunya

baca juga : buku-paud-edukasi-seks-untuk-anak-usia-dini/

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *