Pembentukan Karakter Anak di Masa Pandemi

Pembentukan Karakter Anak di Masa Pandemi

Pembentukan karakter memiliki tantangan tersendiri bagi setiap orangtua dan guru. Anak pada jenjang pendidikan PAUD dan SD sedang berada dalam tahap pembentukan karakter yang kuat. Nilai-nilai agama, social, emosional, dan moral sangat penting sebagai landasan atau tiang bagi kehidupannya mendatang. Pada usia ini, pemikiran anak seperti sebuah ‘spons’ yang sangat cepat menyerap berbagai informasi dan perlakuan (modelling) dari oranglain. Hal ini menjadi landasan baginya untuk merespon situasi dengan cara yang baik, berupa watak, tabiat, sikap, akhlak, dan kepribadian yang stabil sebagai hasil dari adanya pembinaan dan penanaman nilai kebajikan sejak dini (Aziz & Widigdo, 2020). Lebih lanjut, karakter juga dapat mempengaruhi seseorang untuk bertindak dan mengambil berbagai keputusan ketika dewasa. Pandangan, sikap, pikiran, dan tindakan yang dilakukan anak itulah cerminan karakter yang terbentuk dalam dirinya. Mereka membutuhkan peran tripusat pendidikan (orangtua, guru, dan masyarakat) untuk nantinya dapat menjadi SDM yang unggul. Lalu bagaimana peran tripusat pendidikan di masa pandemic ini?

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa selama proses belajar daring, penilaian siswa hanya dilakukan dari segi kognitif (Sari, Tusyantari, & Suswandari, 2021). Hal ini menyebabkan pembelajaran nonakademik (termasuk pendidikan karakter) terbengkalai sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan tidak tercapai. Setiap hari siswa diberikan tugas untuk membaca, menulis, menjawab soal yang semua berhubungan dengan materi akademik menggunakan gadget. Bahkan sebuah media melaporkan bahwa anak-anak yang nongkrong di luar rumah membawa ponsel untuk menonton video pornografi (Agregasi Sindonews.com, 2020). Kurangnya pengawasan dari orangtua dan masyarakat menyebabkan anak-anak memasukin arus informasi yang kurang tepat.

baca juga : Sikap Orang Dewasa ketika Anak Dijauhi Teman

Pembelajaran karakter mungkin didapatkan anak-anak melalui model yang ada di televisi ataupun ketika menonton video yang ada di YouTube. Sayangnya banyak sekali tontonan di televisi yang kurang memberikan edukasi yang tepat untuk anak-anak usia sekolah. Tidak hanya yang berupa tontonan seperti sinetron tetapi juga film kartun tidak setiap film kartun yang notabene dicoba anak memiliki nilai-nilai edukasi yang tepat. Oleh karena itu penting peran orang tua di sini untuk membentuk nilai karakter pada anak.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *