Pembelajaran yang Tepat untuk Anak Usia Dini

Belajar melalui bermain

Bermain merupakan ciri khas dunia anak yang menyenangkan, merdeka, bebas memilih, dan merangsang anak terlibat aktif. Pembelajaran yang dibawakan secara menyenangkan akan lebih mudah untuk tertanam dalam pikiran anak karena mereka mencoba, meneliti, dan menemukan hal-hal baru. Namun prinsip ini sering disalah artikan dengan pembelajaran TK isinya hanya main-main saja tanpa tujuan jelas.

Menggunakan pembelajaran terpadu

Satu kegiatan dapat mengembangkan semua aspek pembelajaran anak. Sebagai contoh dalam kegiatan upacara setiap hari senin

  • Moral/agama : berdoa bersama sebelum kegiatan
  • SOsial emosional : sabar menunggu giliran masuk kelas
  • Kognitif : Hafal ikrar atau doa sesuai dengan pembiasaan di sekolah
  • Motorik : gerakan hormat pada bendera dan melatih otot kaki untuk berdiri lebih lama
  • Seni : menyanyikan lagu nasional
  • Bahasa : menirukan lafal pancasila

Contoh lain seperti dalam belajar melalui bermain air, anak dapat belajar menghitung jumlah air dengan gelas (kognitif), menggambar air laut (seni), menyebutkan manfaat air (bahasa).

Berorientasi pada kebutuhan anak.

Setiap anak memiliki karakteristik, bakat, dan minat sendiri yang berbeda dengan anak lain. Pembelajaran harus disesuaikan dengan setiap kebutuhan anak yang berbeda tidak menyamaratakan kemampuan anak. Selain itu, setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda sesuai dengan tipe kecerdasan dan modalitas belajar. Modalitas belajar merupakan semua indera yang mendukung fungsi belajar. Anak ada yang memiliki gaya belajar kinestetik b(elajar dengan cara menyentuh, bongkar pasang, dan melakukan (learning by doing)), visual (anak yang lebih cepat belajar melalui gambar, skema, atau membaca), dan auditorial (anak lebih suka belajar dengan mendengarkan musik).

Mengembangkan keterampilan hidup.

Pengembangan konsep keterampilan hidup untuk AUD didasarkan pada kemampuan menolong diri sendiri, disiplin, sosialisasi dan memiliki bekal keterampilan dasar untuk beranjak ke jenjang selanjutnya.

Berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak.

Pada umumnya anak yang memiliki usia sama memiliki tingkat perkembangan yang sama. Pembelajaran AUD harus disesuaikan dengan lingkup maupun tngkat kesulitan kelompok usianya.

Tema yang digunakan dekat dengan kehidupan anak.

Sekolah yang berada di pinggir pantai dapat mengambil tema ikan, kapal, nelayan, laut, dan ombak. Sekolah yang berada di pedesaan dapat mengambil tema sawah, petani, kebun, sayuran, dan sungai. Penggunaan tema yang disesuaikan dengan lingkungan dimana anak tinggal akan mempermudah anak untuk melihat pengaplikasiannya secara langsung.

Menggunakan benda konkret yang dapat dilihat secara langsung.

Benda dapat berupa benda manipulative, alat permainan, dan alat percobaan yang memungkinkan anak dapat berinteraksi, bereksplorasi, dan memperoleh pengalaman langsung.

baca juga: Menanamkan Nilai Kasih Sayang Kakak-Adik

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *