Pandemi covid-19 dan Eksistensi Guru

Pandemi covid-19 dan Eksistensi Guru

Disclaimer

Bahwa tulisan ini bukan memandang sebelah mata teknologi dan saya pun sangat mengapresiasi pahlawan teknologi. Namun hal yang perlu kita pahami adalah betapa besar peran guru.

Saya dedikasikan tulisan ini seluruh guru dunia khususnya guru-guru saya baik dari Kusuma Mulia, SDN Gadungan IV, MTs Hasanuddin, SMAN 2 Pare, PP Miftahul Ulum, PP Nurul Hidayah, PP Al Badar, PP Hamalatul Qur’an, FAM Indonesia, Saka Bhayangkara, dan lain-lain.

Eksistensi Guru

Di era pandemi covid-19. Kita semakin menyadari, bahwa eksistensi guru tak dapat terganti. Bahkan sehebat apapun teknologi. Memanusiakan manusia tak terelakkan lagi. Apalagi dimasa bencana pandemi covid-19.

Kita bisa berterima kasih pada google, youtube, dan aplikasi smartphone dalam mengkover kebutuhan pembelajaran. Namun faktanya ketika kita dijauhkan dengan namanya guru betapa kalang kabutnya kita? Stress, stuck, dan entahlah tidak bisa digambarkan. Sadar juga sih dimasa pandemi covid-19, hal ini mau tidak mau harus dijalani. Karena tidak ada pilihan lain.

Mengapa, karena guru memiliki naluri, intuisi, ketulusan hati, dan segala pengorbanan yang sungguh berarti dimana kita tidak dapat mengukurnya dengan materi. Selain itu kita adalah makhluk sosial. Dimana pendidikan tak terpaku pada kecerdasan intelektual namun juga emosional. Betapa pentingnya jalinan interaksi dengan sesama, tak sebatas sosmed, video call, atau sejenisnya.

Pandemi covid-19 membawa dampak positif dan negatif pada disegala sektor. so yang bisa dilakukan adalah ambil sisi positifnya saja. Walaupun demikian tetap waspada dan melaksanakan anjuran pemerintah dalam menanggulangi pandemi covid-19. Disamping itu anjuran WHO untuk penaggulangan pandemi tidak boleh diabaikan.

Revolusi mental 4.0

Hal yang perlu kita perhatikan adalah kita sama-sama berupaya, disamping kemajuan revolusi industri 4.0 seharusnya dibarengi dengan revolusi mental 4.0. Sehingga eksistensi manusia tetap terjaga.

Untuk teman-teman termasuk reminder untuk saya sendiri. Mari hargai, hormati, muliakan guru kita. Salam takdzim salam santun. (makhyafi)

Update terus Sabyan Website untuk mendapatkan update

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *