Pandangan Pestalozzi terhadap PAUD

Pandangan Pestalozzi terhadap PAUD

pada Postingan ini adalah Pandangan Pestalozzi terhadap Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sabyan PAUD mengutip dari buku Konsep Dasar PAUD yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan da Kebudayaan tahun 2012.

Johann Heinrich Pestalozzi adalah seorang ahli pendidikan Swiss yang hidup antara 1746-1827. Pestalozzi adalah seorang tokoh yang memiliki pengaruh cukup besar dalam dunia pendidikan. Pestalozzi berpandangan bahwa anak pada dasarnya memiliki pembawaan yang baik. Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada anak berlangsung secara bertahap dan berkesinambungan.

Baca juga: Keterampilan Bahasa pada Anak Usia Dini

Lebih lanjut ia mengemukakan bahwa masing-masing tahap partumbuhan dan perkembangan seorang individu haruslah tercapai dengan sukses sebelum berlanjut pada tahap berikutnya. Permasalahan yang muncul dalam suatu tahap perkembangan akan menjadi hambatan bagi individu tersebut dalam menyelesaikan tugas perkembangannya dan hal ini akan memberikan pengaruh yang cukup besar pada tahap berikutnya.

Pestalozzi memiliki keyakinan bahwa segala bentuk pendidikan adalah berdasarkan pengaruh panca indera, dan melalui pengalamanpengalaman tersebut potensi-potensi yang dimiliki oleh seorang individu dapat dikembangkan.

Baca juga: Kumpulan Lagu Gubahan dan Permainan Tepuk Tema Tanah Airku

Pestalozzi percaya bahwa cara belajar yang terbaik untuk mengenal berbagai konsep adalah dengan melalui berbagai pengalaman antara lain dengan menghitung, mengukur, merasakan dan menyentuhnya. Pandangannya tentang tujuan pendidikan ialah memimpin anak menjadi orang yang baik dengan jalan mengembangkan semua daya yang dimiliki oleh anak.

Pestalozzi memandang bahwa segala usaha yang dilakukan oleh orang dewasa harus disesuaikan dengan perkembangan anak menurut kodratnya. Hal ini disebabkan pendidikan pada hakekatnya adalah suatu usaha pemberian pertolongan agar anak dapat menolong dirinya sendiri di kemudian hari.

Pandangan Pestalozzi Pestalozzi (1746-1827) 10 tentang anak dapat disimpulkan bahwa anak harus aktif dalam menolong atau mendidik dirinya sendiri. Selain itu perkembangan anak berlangsung secara teratur, maju setahap demi setahap. Implikasi atau pengaruhnya adalah bahwa pembelajaranpun harus maju teratur selangkah demi selangkah. Selain itu Pestalozzi memandang bahwa keluarga merupakan cikal bakal pendidikan yang pertama. Sehingga baginya seorang ibu memiliki tanggung jawab yang cukup besar dalam memberikan dasardasar pendidikan yang pertama bagi anak-anaknya.

Baca Juga : Lagu Anak untuk Perkenalan ada Hari Pertama Sekolah

Dari pandangannya tersebut dapat ditarik kesimpulan, bahwa lingkungan terutama lingkungan keluarga memiliki andil yang cukup besar dalam membentuk kepribadian seorang anak pada awal kehidupannya. Kasih sayang yang didapatkan anak dalam lingkungan keluarganya, akan membantu mengembangkan potensinya. Dalam pandangan Pestalozzi kecintaan yang diberikan ibu kepada anaknya, akan memberikan pengaruh terhadap keluarga, serta menimbulkan rasa terima kasih dalam diri anak.

Pada akhirnya, rasa terima kasih tersebut akan menimbulkan kepercayaan anak terhadap Tuhan. Dari uraian di atas, nampak bahwa Pestalozzi menghendaki bentuk pendidikan yang harmonis yang seimbang antara jasmani, rohani, social dan agama

Sumber: Konsep Dasar PAUD Kemendikbud tahun 2021

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *