Nutrisi Untuk Pertumbuhan Anak

Nutrisi Untuk Pertumbuhan Anak

Nutrisi untuk Pertumbuhan

Nutrisi untuk pertumbuhan anak sangatlah penting demi meningkatkan tumbuh kembangnya secara maksimal. Pada usia pertengahan biasanya anak-anak mempunyai nafsu makan yang bagus. Mereka banyak makan karena kegiatannya menuntut energi yang banyak, dan dalam usia ini berat badannya meningkat dua kali lipat. Untuk mendukung pertumbuhan spontan ini, anak-anak memerlukan 2.400 kalori setiap hari, 34 gram protein. keadaan lain rata-rata karbohidrat yang tinggi paling minimum harus tetap dipertahankan.

baca juga:Nutrisi Lengkap Mengoptimalkan Perkembangan Anak

Kekurangan nutrisi dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lamban. nutrisi tersebut hanya untuk mempertahankan hidup dan energi, sedangkan protein lebih untuk meningkatkan pertumbuhan. Apabila makanan tidak dapat mendukung kedua proses tersebut sepenuhnya maka pertumbuhannya menjadi tidak optimal.

Nutrisi juga mempunyai implikasi sosial. Anak tidak dapat bermain dan tetap tinggal diam karena tidak mendapatkan makanan yang cukup. Pengaruh kekurangan nutrisi tersebut juga dapat berlangsung lama sekali. Suatu studi yang memerlukan jangka waktu lama di mana nutrisi yang merupakan masalah yang serius. ditemukan bahwa sejak kelahiran sampai usia 2 tahun dapat dijadikan petunjuk (predictor) yang sangat bagus bagi perilaku sosial pada usia pertengahan kanak-kanak.

Nutrisi Anak Pada Usianya

Untuk 138 anak-anak usia 6 – 8 tahun yang diteliti, semuanya mendapatkan ekstra kalori dan vitamin akan tetapi hanya sebagian yang memperoleh protein. Anak-anak yang tidak memperoleh ekstra protein pada waktu mudanya (kanak-kanak) cenderung bersikap pasif, dan tergantung pada orang dewasa; sedangkan bagi anak-anak yang memperoleh nutrisi yang cukup mereka bersifat gembira dan lebih bersikap sosial dengan teman bermainnya.

Lebih lanjut bahwa kekurangan nutrisi dapat menimbulkan berbagai masalah dalam hubungan keluarga. Penemuan menunjukkan bahwa bayi yang kekurangan nutrisi, mereka tidak memiliki energi untuk berhubungan atau merespon perhatian ibunya. Sebaliknya anak kecil (infant) menjadi kurang responif dan kurang mengembangkan kemampuan antar pribadi. Demikian pula apabila seorang ibu kekurangan nutrisi, kejadian tersebut makin buruk .

Dalam kaitan ini hubungan antara nutrisi dan perkembangan kognitif juga menjadi jelas. Anak-anak yang menderita kekurangan gizi mendapat skor yang paling rendah dalam tes kemampuan verbal. Hasil tes metrik yang meminta anak-anak memilih satu pola yang cocok dengan pola yang lain. Suatu program bagi anak-anak yang orang tuanya berpenghasilan rendah pada kelas 3 – kelas 6 mereka mendapat sarapan dari sekolah. Selain itu anak juga dapat meningkatkan skor mereka dalam tes kemampuan.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *