Memilih PAUD untuk Ananda? Ini Strateginya

Memilih PAUD untuk Ananda? Ini Strateginya

Memilih PAUD adalah pilihan bagi orangtua. Sejak usia 0 tahun pun orangtua dapat mengikutkan anak ke dalam layanan PAUD. Namun ada juga yang memilih setelah menginjak usia 2 tahun barulah anak diikutkan PAUD. Bahkan ada yang tidak tertarik sama sekali mengikutkan anak ke PAUD. Semua ini adalah pilihan dan hak masing-masing orangtua. Bagi orangtua yang ingin mengikutkan anak ke PAUD dan bingung cara memilih PAUD yang notabene sekarang menjamur ada dimana-mana maka berikut ini ada beberapa tips yang bisa digunakan.

baca juga : Program Parenting di Lembaga PAUD

Cari informasi tentang lembaga ke pengguna atau alumni lembaga tersebut

Orangtua dapat mengorek berbagai informasi dari orangtua yang memiliki anak sekolah di lembaga PAUD tersebut. Tanyakan kepada mereka tentang biaya yang harus dikeluarkan, kegiatan ekstra, proses pembelajaran, sikap guru, dan bagaimana sekolah tersebut menanamkan nilai agama serta mengutamakan nilai-nilai sosial yang ada di masyarakat. Mengapa? karena inilah tujuan PAUD yang sesungguhnya. Bukan untuk mengajari anak berhitung dan membaca, tetapi menanamkan nilai-nilai karakter luhur pada diri anak.

Biaya juga harus dipastikan apakah sesuai dengan pemasukan keluarga. Fasilitas di PAUD memang penting, tetapi lebih penting lagi adalah bertemu dan bersosialisasi dengan teman sebaya.  Itu yang anak tidak dapatkan ketika mereka hanya dititipkan ke asisten rumah tangga di rumah.

Datang ke sekolah untuk mengkroscek informasi yang di dapat dari pengguna

Setelah memperoleh berbagai informasi dari orangtua lain. Orangtua harus mendatangi sekolah untuk kroscek informasi yang diperoleh. Barangkali sudah ada biaya tambahan atau perubahan proses pembelajaran. Setiap tahun pasti sekolah akan mengevaluasi kegiatan di tahun sebelumnya.

Sesampainya di sekolah, orangtua dapat meminta ijin kepada guru untuk berkeliling mengenal lingkungan sekolah. Kelas beserta sarana prasarana yang tersedia juga hasil karya anak-anak sebelumnya. Tanyakan juga mengenai latar belakang guru yang mengajar di sekolah. Pastikan guru di sekolah tersebut sudah memiliki latar belakang sarjana PAUD. Mengapa? Karena ilmu PAUD itu tidak bisa diajarkan oleh sarjana IPA, sarjana hukum, atau sarjana agama.

Minta ijin ke sekolah untuk observasi pembelajaran selama 3 hari

Setelah itu minta ijin untuk meliat proses pembelajaran selama 3 hari. Amati bagaimana guru berinteraksi dengan anak dan bagaimana cara mereka menyampaikan materi kepada anak. Pembiasaan apa yang dilakukan menjadi poin penting. Setelah itu ajak anak untuk mengunjungi sekolah pilihan orangtua. Tanyakan kepada mereka apakah mereka mau sekolah di lembaga tersebut.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *