Melatih Rasa Percaya Diri Sejak Dini

Melatih Rasa Percaya Diri Sejak Dini

Melatih rasa percaya diri sejak dini penting dilakukan oleh anak agar ia tidak menjadi pribadi yang minder. Orangtua wajib menumbuhkan rasa percaya diri agar anak mampu mengekspresikan dirinya melalui berbagai cara. Cara mengekspresikan diri bisa jadi melalui kata-kata, perilaku, gambar, tulisan, pendapat, dan ide-ide cemerlang. Anak diberikan kesempatan untuk mencoba apa yang ia lakukan juga dapat menumbuhkan rasa percaya diri anak.

Ajak anak ke masjid atau musholla

Tempat paling mudah dijangkau adalah masjid atau musola. Masjid atau musola memang merupakan tempat beribadah. Mengajak anak sedini mungkin untuk selalu datang ketika jam sholat tiba dapat menjadi salah satu pilihan bagi orangtua. Jika anak-anak jalan-jalan dan menginjak karpet milik oranglain, maka maklumi saja. Orangtua tidak perlu khaawtir jika oranglain akan marah. InsyaAllah semua orang yang ada di masjid akan memaklumi karena masih anak-anak.

Orangtua dapat mengajak anak ke masjid setelah anak sudah dapat berjalan. Namun harus tetap waspada dan hati-hati barangkali anak menyentuh kabel atau colokan listrik. Memang terkadang sholat menjadi tidak khusyuk. Untuk mengatasi hal ini, ayah dan bunda bisa bergantian menjaga anak. Manfaat lain mengajak anak ke masjid selain melatih anak eprcaya diri bertemu orang baru dan banyak adalah anak etrbiasa mendengarkan bacaan surat dalam Al-Quran.

Hindari kata-kata larangan

Melarang anak melakukan ini dan itu merupakan hal yang harus dihindari oleh orangtua. Berikan mereka kesempatan untuk mencoba apa yang mereka inginkan. Pekerjaan kita sekarang adalah menghindari kata tidak dan jangan. Sedikit-sedikit bilang tidak dan jangan dapat mempengaruhi psikologis anak. Orangtua harus ingat bahwa anak sedang dalam tahap belajar, terlalu sering mengucapkan larangan hanya akan membentuk pribadi yang penakut. Tentu hal ini berdampak pada rasa percaya diri anak.

Dorong anak bermain dengan teman

Tidak harus teman sebaya, sedini mungkin kenalkan pada anak bagaimana rasanya bermain bersama teman di luar rumah. Walaupun hanya melihat tanpa ikut bermain, setidaknya mereka belajar bagaimana teman lain bercakap, berinteraksi, berlarian, dan memiliki aturan tertentu dalam permainan. Jika tetangga semau anak-anak SD sedangkan anak kita masih balita, tidak masalah mengajak anak menonton mereka bermain. Utamanya adalah anak mengenal permainan di luar rumah.

baca juga : Faktor Besar Kecilnya Ukuran Tubuh Anak

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *