Management Waktu Kelas untuk Anak Usia Dini

Management waktu yang baik anak akan terbentuk cara berfikirnya untuk bisa menghargai waktu, disiplin dan tepat waktu. Sebagai contoh ketika guru memebrikan kegiatan 1, jika waktu yang ditentukan guru sudah mau seesai kurgang dari 5 menit anak dapat diberi tahu untuk segera menyelesaiakan tugasnya dan akan berpindah kegiatan selanjutnya sehingga anak akan menjadi pribadi yang disiplin. Tidak hanya disekolah, pembiasaan untuk selalu menghargai waktu juga harus dilakuakn dirumah sehingga orang tua juga sangat berperan dalam hal ini jadi komunikasi dan hubungan yang terjalin antara orang tua dan guru harus selalu dibina agar dapat memantau perkembangan anak.

Dalam managemen waktu di dalam kelas ini guru berperan penting dalam hal waktu,  jika dalam tatatertib sekolah pembelajaran dimulai pada pukul 07.30, maka guru sebaiknya datang minimal 10 menit sebelum pelajaran dimulai. Guru bertindak sebagai orang yang bertaggung jawab dalam menyambut anak d depan kelas dan memberi pengumuman pada wali murid kapan waktu anak pulang. Dalam kegiatan pembeljaran di kelas guru membuat Rencana Kegiatan harian sebelumnya sehingga kegiatan hari selanjutnya dapat terencana dengan matang sesuai  dengan tujuan tingkat pencapaian perkembangan dan tepat waktu. Hal ini akan berpengaruh pada tema  yang diberikan sehingga misalkan tema diri sendiri harus selesai dalam satu minggu, maka semua hal yang berhubungan dengan tema diri sendiri harus diberikan kepada naka tanpa terkecuali hal ini pemilihan indikator juga sangat berpengaruh.

Peraturan merupakan deskripsi kebiasaan apa yang dapat diterima di lingkungan.Strategi manajemen kelas yang positif menggunakan rutinitas dan jadwal di kelas terdiri dari indikator sebagai berikut (TATS eUpdate Program Effectiveness/Quality, Januari 2010).

baca juga: Konsep Pengelolaan Kelas Prasekolah, Simak Ulasannya!

Staf pengajar menggunakan strategi manajemen kelas yang positif dan prosedur disiplin melalui:

  • Membentukposting,aturan danrutinitasmengajar
  • Mengorganisirlingkunganuntuk menghindarimasalah perilaku
  • Memantaukegiatan kelasdanpenggunaan bahan, danintervensijika diperlukan
  • Memastikanjumlah bahan yang tersediauntuk mencegahkonflik yang tidak perluantar anak-anak
  • Perencanaan transisi kegiatan ke kegiatan yang selanjutnya
  • Perencanaantransisidan rutinitas(termasuk ke toiletdancuci tangan) sehingga dapatterencana, efisien, danmembatasi jumlahanak-anakyang menunggu
  • Menggunakanisyarat visual, termasukgerakan, labeltertulis, gambar, atau benda, untuk membantuanak-anakdalam memahamirutinitasdanmengelola waktuyang diperlukan
  • Mendorongdanmembantuanak-anak dalammengidentifikasimasalah danmengembangkan solusi, menggunakansituasiinsidentalatau spontansebagai kesempatanmengajar

Jadi dapat disimpulkan bahwa, Manajemen waktu yang baik untuk memebelajarkan anak yaitu dengan membiasakan setiap hari sedikit demi sedikit  sehingga anak akan terbentuk kelakuannya untuk disiplin sehingga pembelajaran selesai dengan tepat waktu dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *