Makanan Sehat untuk Anak Usia Dini

Makanan Sehat untuk Anak Usia Dini

Makanan yang sehat untuk anak usia dini harus selalu diperhatikan oleh orangtua. Tantangan pada industri makanan dan minuman saat ini adalah banyaknya produk illegal dan produk impor kualitas rendah dengan harga murah. Terganggunya pasar industri makanan dan minuman akibat isu negative pengguna bahan tambahan pangan yang mengganggu kesehatan, pencantuman label peringatan kandungan kolesterol, gula, dan isu-isu cukai minuman berkarbonasi.

Makanan Ringan

Salah satu dari aneka jenis panganan yang beredar dipasaran adalah makanan ringan. Makanan ringan atau aneka jajanan merupakan panganan yang sangat akrab bagi anak-anak. Biasanya pada jam-jam pulang sekolah atau jam istirahat, anak-anak akan memanfaatkannya untuk membeli aneka makanan kecil sebagai camilan. Pada jam-jam pulang sekolah penjual jajanan diserbu oleh puluhan anak yang ingin membeli jajanan . Pada saat menunggu jemputan atau saat istirahat sering kita jumpai sedang memakan jajanan seperti siomay, pempek, cilok, cimol, bakso, aneka es dan masih banyak jajanan yang lainnya.

Padahal jajan yang dijual disekolah-sekolah belum tentu memiliki kandungan gizi yang baik, dan yang terpenting adalah kita tidak mengetahui secara pasti bahan-bahan apa yang digunakan dalam mengolah jajanan tersebut serta kebersihannya dalam mengolah jajanan tersebut. Selain itu kita juga tidak mengetahui apakah jajanan yang dijual tersebut dibuat atau diproduksi pada hari itu juga atau sudah beberapa hari sebelumnya.

Masa anak-anak adalah masa dimana anak-anak sedang tumbuh dan berkembang. Asupan makanannya setiap hari harus selalu diperhatikan, agar gizi anak dapat terpenuhi dan anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Masa anak-anak terutama masa Taman kanak-kanak(TK) dan Sekolah Dasar (SD) merupakan masa dimana anak sedang mengalami banyak sekali aktivitas. Anak-anak terlalu sering mengkonsumsi aneka jajan tersebut.

Penyebab obesitas

Bukan tidak mungkin anak tersebut akan terserang berbagai permasalahan kesehatan. Salah satu yang menjadi permasalahan kesehatan pada anak saat ini adalah masalah obesitas. Tidak hanya orang dewasa, anak-anakpun saat ini sudah mulai banyak yang mengalamai obesitas. Hal ini tentu tidak baik bagi kelanjutan hidaup anak tersebut kedepannya.

Menurut Eunike (2009: 29-38) menggambarkan bahwa perilaku jajan anak sekolah secara tidak langsung mendapat dukungan dari orang tua. Dukungan yang diberikan orang tua berupa pemberian uang saku setiap hari atau setiap minggu. Sering kita jumpai kasus-kasus mengenai bahayanya bahan-bahan yang digunakan pada jajanan anak sekolah dan aneka jenis penyakit yang dapat ditimbulkan dari berbagai jajanan tersebut. Seperti tifus, muntaber, radang tenggorokan, diare dan masih banyak lagi penyakit yang dapat ditimbulkan jika mengkonsumsi jajan sembarangan.

Tidak sedikit orang tua yang melarang anak untuk membeli jajan disekolah karena bahaya tersebut. Tetapi tak sedikit pula orang tua yang membiarkan anaknya mengkonsumsi jajanan tersebut dengan alasan agar anak tersebut tidak rewel. Ada anak-anak yang menurut dan mengerti akan bahayanya jika mereka mengkonsumsi jajanan tersebut dan lebih memilih untuk membawa bekal dari rumah buatan orang tua sendiri. Tetapi tak sedikit pula anak-anak yang cuek terhadap larangan orang tua tersebut dan tetap membeli jajan disekolah dan enggan untuk membawa bekal dari rumah.

Makanan jajanan anak yang baik

Makanan jajanan yang baik harus mengandung 5% atau lebih dari angka kecukupan gizi anak sekolah, yaitu : protein, vitamin A, vitamin C, vitamin B1 (Thiamin), vitamin B2 (Riboflavin), vitamin B3 (Niasin), kalsium dan zat besi. Agar dapat memenuhi kebutuhan gizi pada anak. Kebutuhan gizi anak dapat tercukupi dengan baik apabila anak tersebut rajin atau gemar mengkonsumsi aneka sayur dan buah. Akan tetapi dalam kenyataannya anak-anak lebih gemar mengkonsumsi aneka jenis makanan ringan daripada aneka sayur dan buah. Status gizi dapat diukur dengan menggunakan berbagai cara.

Metode yang paling sering digunakan untuk mengetahui status gizi seseorang adalah menggunakan parameter antropometri yaitu menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Konsumsi jajanan mempunyai peranan untuk status gizi seorang anak baik atau buruk. Konsumsi jajanan dapat mempengaruhi status gizi anak. Konsumsi makanan dipengaruhi oleh faktor dari dalam dan dari luar diri manusia. Faktor luar yang mempengaruhi konsumsi jajanan pada anak meliputi hal-hal yang berasal dari luar diri seseorang berupa iklan, tingkat ekonomi orang tua, pendidikan orang tua, tempat tinggal dan lingkungan sosial. Faktor dari dalam yang mempengaruhi anak mengkonsumsi jajan adalah semua hal yang berasal dari dalam diri individu yaitu usia, jenis kelamin, dan kepercayaan atau agama.

Konsumsi jajanan berpengaruh terhadap status gizi anak

Konsumsi jajanan berpengaruh terhadap status gizi anak. Jika konsumsi jajanan mengandung aneka jenis vitamin dan zat-zat yang baik maka status gizi anak akan baik. Sedangkan jika konsumsi jajan mengandung zat-zat yang berbahaya dan minim akan kandungan vitamin maka status gizi anak akan buruk. Pola jajan anak merupakan suatu perilaku mengkonsumsi aneka jajanan yang dilakukan anak pada usia sekolah.

Makanan jajanan adalah jenis makanan yang dijual dikaki lima, pinggiran jalan, di stasiun, di pasar, di tempat pemukiman serta lokasi yang sejenis (Winarno, 1997). Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 942/Menkes/SK/VII/2003, makanan jajanan adalah makanan dan minuman yang diolah oleh pengrajin makanan di tempat penjualan dan atau disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual bagi umum selain yang disajikan jasa boga, rumah makan/restoran, dan hotel.

Peranan makanan jajanan mulai mendapat perhatian secara internasional yang banyak menaru perhatian terhadap studi dan perkembangan makanan jajanan. Peranan makanan jajanan sebagai penyumbang gizi dalam menu sehari-hari yang tidak dapat disampingkan. Makanan jajanan mempunyai fungsi sosial ekonomi yang cukup penting, dalam arti pengembangan makanan jajanan dapat meningkatkan sosial ekonomi pedagang. Disamping itu makanan jajanan memberikan kontribusi gizi yang nyata terhadap konsumen tertentu.

baca juga : GTM Batita, Masalah Belajar Makan

Kebiasaan jajan di sekolah sangat bermanfaat jika makanan yang dibeli sudah memenuhi syarat-syarat kesehatan sehingga dapat melengkapi atau menambah kebutuhan gizi anak. Disamping itu juga untuk mengisi kekosongan lambung, karena setiap 3-4 jam sesudah makan, lambung mulai kosong. Akhirnya apabila tidak diberi jajan, si anak tidak dapat memusatkan kembali pikirannya kepada pelajaran yang diberikan oleh guru dikelasnya. Jajan juga dapat dipergunakan untuk mendidik anak dalam memilih jajan menurut 4 sehat 5 sempurna (Yusuf, dkk, 2008).

Apabila anak terlalu sering mengkonsumsi makanan jajanan dapat berakibat negative. Dampak yang dapat ditimbulkan antara lain:

  • Menurunnya nafsu makan pada anak.
  • Makanan yang tidak higienis akan memimbulkan berbagai penyakit.
  • Dapat menyebabkan obesitas pada anak.
  • Anak dapat mengalami kekurangan gizi, karena kandungan gizi pada jajanan belum tentu terjamin.

Solusi antara lain dapat dilakukan adalah :

  • Hindari panganan yang dijual ditempat terbuka, kotor dan tercemar, tanpa penutup dan tanpa kemasan.
  • Beli panganan yang dijual ditempat bersih dan terlindung dari matahari, debu, hujan, angin dan asap kendaraan bermotor.
  • Hindari panganan yang dibungkus dengan kertas bekas atau koran. Belilah panganan yang dikemas dengan kertas, plastic, atau kemasan lain yang bersih dan aman.
  • Hindari panganan yang mengandung bahan pangan sintetis berlebih atau bahan tambahan pangan terlarang dan berbahaya. Biasanya panganan yang seperti itu dijual dengan harga yang sangat murah. Warna makanan atau minuman yang terlalu mencolok, besar kemungkinan mengandung pewarna sintetis, sebaiknya jangan dibeli.
  • Untuk rasa, jika terdapat rasa yang menyimpang, ada kemungkinan panganan tersebut mengandung bahan berbahaya atau bahan tambahan panganan yang berlebih.
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *