Kognitif dan Bahasa Menurut Piaget

Kognitif dan Bahasa Menurut Piaget

Kognitif dan bahasa salah satunya dicetuskan oleh filsuf PAUD yakni Piaget. Piaget mengajarkan bahwa perkembangan kognitif adalah hasil gabungan dari kedewasaan otak dan sistem saraf, serta adaptasi pada lingkungan sekitar tempat tinggal (Izzaty, dkk., 2008: 34). Ia menggunakan lima istilah untuk menggambarkan dinamika perkembangan kognitif yakni:

  1. Skema adalah struktur mental atau pola berpikir yang orang gunakan untuk mengatasi situasi tertentu di lingkungan. Misalnya bayi melihat benda yang merke ainginakn sehingga mereka belajar menangkap apa yang mereka lihat.
  2. Adaptasi adalah proses menyesuaikan pemikiran dengan memasukkan informasi baru ke dalam pemahaman individu. Adaptasi dilakukan anak dengan du acara yakni asimilasi dan akomodasi.
  3. Asimilasi adalah memperoleh informasi baru dan memasukkannya ke dalam skema sekarang dalam respon terhadap stimulus lingkungan yang baru.
  4. Akomodasi meliputi penyesuaian pada informasi baru dengan menciptkan skema baru ketika skema lama tidak berhasil. Anak-anak mungkin melihat anjing untuk pertama kalinya tapi kemudian belajar bahwa ada beberapa anjing yang aman dan tidak aman untuk dipelihara. Ketika anak memperoleh semakin banyak informasi, mereka menyusun pemahamnnya tentang dunia secara berbeda.
  5. Equilibration didefinisikan sebagai kompensasi untuk gangguan eksternal. Perkembangan intelektual menjadi kemajuan yang terus menerus bergeraj dari suatu ketidaksinambungan structural ke keseimbangan struktur baru yang lebih tinggi.

Penjelasan Piaget tentang bahasa

Dalam perkembangan bahasa, Piaget tidak terlalu detail seperti penjelasan dalam perkembangan kognitif. Ia menjelaskan bahwa anak yang menggunakan inner speech (pembicaraan batin) besifat egosentris, nonsosial, dan tidak matang. Sosialisasi dengan anak lain menurunkan derajat egosentrisme. Makin besar sosialisasi itu, makin mengecillah ujaran egosentrisnya, dan lama-lama hilang (Dardjowdjojo. 2003). Perbedaan dan persamaan teori kognitif dan bahasa lebih rinci diuraikan dalam Tabel 1 di bawah ini.

Baca juga : Pandangan Filsuf PAUD tentang Anak Usia Dini

Tabel 1. Persamaan dan Perbedaan Teori Kognitif dan Bahasa

PERBEDAAN

Perkembangan Kognitif Perkembangan Bahasa
a.       Menurut Piaget, anak-anak membangun pengetahuannya melalui interaksi dengan lingkungan.

 

b.      Anak bukan suatu objek pasif yang menerima pengetahuan, tetapi aktif melakukan pengaturan pengalaman mereka ke dalam struktur mental yang kompleks

 

c.       Pengamatan yang melibatkan seluruh pancaindera menyimpan kesan lebih lama yang membekas pada diri anak (Santrock, 2007: 262).

 

d.      Anak harus belajar sesuai dengan tahap perkembangannya sehingga metode pendekatan pembelajaran dapat diberikan dengan tepat.

 

e.       Anak akan mengalami kesulitan dalam mencapai tujuan belajar jika tidak ada penyesuaian proses pembelajaran dengan tahap perkembangan anak

 

f.        Anak belajar melalui adaptasi, asimilasi, akomodasi yang kemudian menimbulkan equilibrium.

 

g.      Pemikiran anak pada dasarnya tidak logis dan sistematis pada usia 2-6 tahun.

a.       Anak yang menggunakan inner speech (pembicaraan batin) besifat egosentris, nonsosial, dan tidak matang. Sosialisasi dengan anak lain menurunkan derajat egosentrisme. Makin besar sosialisasi itu, makin mengecillah ujaran egosentrisnya, dan lama-lama hilang

 

b.      Piaget tidak bergitu menekankan perkembangan bahasa yang dikontrol secara genetic.

 

c.       Kemampuan anak melakukan transformasi linguistic dari aktif menjadi pasif memerlukan perkembangan di wilayah operasi berpikir konkret. Sampai waktu itu, anak masih belum bisa memahami sepenuhya pengubahan kalimat pasif karena mereka masih memerlukan operasi berpikir yang bisa dibalik. Operasi berfikir konkret masih diperlukan sebelum transformasi linguistic dasar dimungkinkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

PERSAMAAN

Kognitif dan bahasa dibentuk dari interaksi dengan orang lain sehingga pengetahuan, nilai dan sikap anak akan berkembang. Bahasa terkait erat dengan pencapaian kognitif sebelumnya.

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *