Kiat Menyajikan Dongeng Terhadap Moral Anak

Kiat Menyajikan Dongeng Terhadap Moral Anak

Pada postingan ini membahas mengenai kiat menyajikan dongeng sesuai perkembangan moral anak Untuk itu Sabyan PAUD mengutip dari buku Keajaiban Mendongeng Karangan Heru Kurniawan tahun 2013.

Dongeng sangat identik dengan dunia anak-anak, Kita sebagai orangtua harus bisa selektif dalam memilih dongeng yang tepat untuk anak. Idealnya, sebelum memberi bacaan untuk anak, orangtua harus membaca dongeng atau mencari informasi mengenai dongeng tersebut. Sekalipun dongeng adalah sebuah cerpen, tetapi bisa memberi gambaran bahwa dongeng yang sering dibaca dan didongengkan orangtua kepada anak berdampak terhadap perkembangan moral anak. Adapun Kiat menyajikan dongeng sesuai perkembangan moral anak dalam pemilihan dongeng pada anak harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

1. Menghibur

Tujuan utama anak ketika mendengarkan dongeng adalah mendapatkan hiburan. Maka, pilihlah dongeng yang sarat akan hiburan. Tentu saja, hiburan tersebut harus sesuai dengan kemampuan nalar, minat, dan kesenangan buah hati anda. Dengan memperhatikan minat dan kesenangan anak, maka anak anda akan lebih tertarik dan antusias untuk membaca dan mendengarkan dongeng.

Baca Juga : Pengembangan Nilai Agama dan Moral Anak

2. Edukatif

Dalam memilih isi dongeng, orangtua juga harus memperhatikan nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Jangan sampai demi kepentingan hiburan, orangtua memilih dongeng yang tidak memiliki nilai edukasi. Nilai edukasi dalam dongeng bermanfaat untuk memberikan pemahaman moral, mengenai baik dan buruk suatu tindakan.

3. Bahasa yang Baik

Pemilihan dongeng dari segi bahasa mempertimbangkan tingkat kemampuan bahasa anak dan kesesuaian kosakata dengan perkembangan anak. Kemampuan bahasa anak, artinya, setiap anak memiliki tingkat kemampuan bahasa yang berbeda sesuai dengan usia. Dalam hal ini kemampuan bahasa anak dikelompokkan menjadi dua: kemampuan bahasa rendah, yaitu pada anak usia 2-8 tahun; dan kemampuan bahasa tinggi, yaitu pada anak usia 8-13 tahun. Jelas, dongen untuk anak dengan kemampuan tiggi pasti berbeda dengan anak yang kemampuan berbahasanya masih rendah. Bahasa dongeng yang sesuai dengan perkembangan anak berkaitan dengan kemampuan anak dalam mengartikan bahasa (diksi, kalimat, dan istilah). Untuk anak-anak pilihlah dongeng dengan bahasa yang sederhana, menggunakan istilah yang mudah dipahami, dan kalimatnya selektif pendek.

4. Ilustrasi Menarik

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan dalam memlilih dongeng untuk anak adalah aspek ilustrasi. Setiap dongeng anak idealnya memiliki ilustrasi karena berguna untuk menjelaskan dan membuat cerita anak menjadi konkret. Misalnya, anak yang belum pernah berimajinasi tentang peri bisa berimajinasi bentuk fisik peri dengan adanya ilustrasi peri. Tentu saja, aspek lain yang perlu diperhatikan dalam memilih ilustasi dongeng adalah menarik atau tidaknya suatu ilustrasi, diukir dari permainan dan kombinasi warna. Selain menarik, ilustrasi yang dipilih adalah ilustrasi yang sesuai dengan dunia anak yaitu ilustrasi yang khas anak-anak.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *