Keuntungan Penilaian oleh Guru

Keuntungan Penilaian oleh Guru

Keuntungan penilaian yang dirancang oleh guru dalam kelas dibandingkan tes yang yang diproduksi secara komersial dikembangkan untuk tujuan yang sama. Ketika guru merencanakan sebuah penilaian aktivitas atau tes, tujuan yang akan diuji mungkin dipilih sesuai dengan kebutuhan kelas individu. Seperti tes komersial yang mungkin diprogram untuk dengan kemajuan murid dalam tingkatan nilai buku teks, guru dapat merancang tes yang bervariasi dari struktur atau tujuan dari buku.

Guru dapat membangun penilaian yang dirancang untuk kelas tertentu. Jika anak adalah bukan pembaca tetapi mempunyai konsep canggih yang biasanya diperkenalkan untuk anak yang mempunyai nkemampuan membaca, guru dapat menulis tes yang menanpung kemampuan mereka. Kesulitan yang lebih umum dari kelas tes komersial adalah bahwa mereka diset untuk tingkat membaca tertentu atau menghukum anak karena tidak dapat melakukan dengan baik karena kemampuan pensil dan kertas diperlukan.

baca juga: Implementasi Penilaian Perkembangan Kognitif Piaget

Penilaian yang dirancang oleh guru juga mempunyai kerugian, potensi kelemahan umum fokus di kemampuan guru dalam mendesain penilaian kelas. Karena beberapa guru tidak paham bagaimana pengalaman belajar siswa dikembangkan di dalam kelas, melalui tes. Hal ini membuat evaluasi tidak efektif. Banyak guru yang tidak paham tujuan dari tes tersebut. Misalnya, guru kurang paham dalam memaknai tabel spesifikasi tujuan pembelajaran. Padahal pemahaman guru mengenai tes dan tujuannya merupakan hal yang sangat vital. Karena akan mempengaruhi hasil evaluasi baik dari segi siswa maupun dari segi sekolah, bahkan negara.

Jika mendiskusikan kelemahan guru, maka hal ini akan menyangkut pada belajar tuntas yang ada di TK. Karena belajar tuntas merupakan syarat bagi siswa dalam mengikuti tujuan pembelajaran. Jika tidak tuntas dalam item tertentu, maka akan sulit untuk melanutkan ke tingkatan setelahnya. Maka dari itu, pemahaman guru akan penilaian di dalam TK harus benar-benar paham. Guru harus paham dalam menentukan penilaian yang sesuai dengan aktivitas belajar siswa.

Kurikulum TK merupakan pembelajaran yang konstruktivistik. Kurikulum konstruktivistik adalah yang berbasis pengalaman yang nyata dalam siswa belajar. Pengalaman ini bisa didapatkan baik dalam kelas maupun luar kelas. Pengalaman-pengalaman belajar ini juga penting dilakukan di kelas 1 sampai 2 SD.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *