Keterampilan Motorik Halus AUD

Keterampilan Motorik Halus AUD

Kerampilan motorik halus AUD melibatkan otot kecil serta koordinasi tangan dan mata. Keterampilan ini akan dikuasi anak setelah mereka dapat menguasai keterampilan motorik kasar. Menurut Levine & Munsch (2014: 190) menyatakan bahwa keterampilan motorik halus adalah kemampuan yang melibatkan gerakan kecil seperti tangan, jari jemari, bibir dan lidah.

Senada dengan Essa (2014: 251) yang menyatakan bahwa keterampilan motoric halus adlaah keterampilan yang melibatkan otot kecil dari jari-jari dan tangan yang diperlukan dalam kegiatan seperti menjumput benda, menulis, menggambar, dan mengkancing. Dari dua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan motoric halus adalah keterampilan yang menggunakan otot kecil pada tangan, dan jari jemari untuk menyelesaikan kegiatan tertentu seperti menjumput, menulis, menggambar, dan mengkancing.

baca juga : Melatih Rasa Percaya Diri Anak Sejak Dini

Berkembang pesat ketika usia dini

Keterampilan motoric halus berkembang pesat ketika anak usia dini. Hal ini dapat dilihat dari hasil perkembangan menggambar yang dimulai dari mencorat-coret menjadi bentuk jelas yang seperti kenyataan yang dilihatnya. Keterampilan ini bergantung pada perkembangan persepsi dan kognitif anak seiring dengan kemampuan anak untuk memegang dan mengontrol pensil dan crayon.

Berkaitan dengan kemampuan otak dan syarat

Baik motoric kasar maupun halus berhubungan dengan kemampuan otak dan seluruh system saraf (Crowley, 2014: 88). Selain itu, keterampilan ini juga memerlukan koordinasi antara otot kecil tangan dan mata. Anak menjadi lebih terampil menggunakan pisau dan garpu yang mendorong kemandiriannya untuk makan. Mereka juga dapat memasukkan dan mengeluarkan kancing baju yang berarti mereka dapat memakai dan melepas baju sendiri. Hal ini mendorong anak untuk bertanggungjawab atas apa yang dibutuhkannya sendiri.

Dominasi tangan

Tangan yang dominan merupakan salah satu aspek dari perkembangan motorik halus yang secara langsung berhubungan dengan kebiasaan menggunakan tangan kanan atau kiri. Hal ini biasanya dumulai dengan seringnya menggunakan satu tangan yang dominan kemudian baru tangan yang lain secara bergantian. Mayoritas anak menunjukkan lebih sering menggunakan tangan yang dominan pada usia tiga tahun.

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *