Kesehatan Mental Anak Usia Dini

Kesehatan Mental Anak Usia Dini

Kesehatan mental anak seperti apa? Anak usia dini sering mengalami masalah perilaku yang membutuhkan perhatian lebih dari orang dewasa. Masalah perilaku yang berkaitan dengan emosi ini belum dapat dikenal atau dapat ditangani dengan baik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketidakteraturan emosi dapat dilihat sejak anak usia prasekolah. Ketidakaturan emosi ini meliputi pengasingan diri dan terlalu cemas. Kesulitan mengatur emosi bisa bertahan selama beberapa tahun. Rubin et al (1995; Bayer, Sanson, & Bayer, 2003: 8) menemukan bahwa penarikan diri dan kecemasan yang berlebih pada usia 8 tahun akan berdampak ketika ia berusia 15 tahun menjadi pribadi yang kesepian dan berfikiran negatif.  Anak usia prasekolah memiliki masa sensitive untuk mengalami kegelisahan. Kemampuan sosial, emosional, dan kognitif anak berimplikasi pada perkembangan ketidakaturan emosi di masa yang akan datang seperti pada kemampuan kemandirian, menjalin hubungan dengan oranglain, perasaan bersalah, malu, dan ragu-ragu.

Penelitian yang dilakukan oleh (Ahmad et al., 2015: 132) menunjukkan bahwa di Malaysia masalah kesehatan mental pada anak usia 5-6 tahun terjadi peningkatan dari tahun 1996 sampai 2006. Beberapa faktor yang mempengaruhi di antaranya krisis ekonomi pada tahun 1997 sampai 1998, kesulitan keluarga, perceraian orangtua, dan memutuskan pola asuh tradisional orangtua. Malaysia dihuni oleh suku Melayu, India, dan Cina. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa warga dengan etnik Cina memiliki masalah kesehatan mental yang meningkat tiga kali lipat dari tahun 1996 sampai 2006. Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa penyakit jiwa di kalangan orang Cina sangat banyak mengalami stigmatisasi (tanda bahwa seseorang dianggap ternoda karena mempunyai watak yang tercela), dan orang tua mungkin menolak untuk mengungkapkan gejala masalah kesehatan mental anak-anak mereka.

baca juga: Waspada Kekerasan Seksual

Solusi yang dapat ditawarkan untuk mencegah masalah kesehatan emosional  adalah dilakukannya penelitian yang bekelanjutan untuk menggambarkan keberlanjutan atau pemutusan masalah emosi. Penelitian secara empirik diperlukan guna mengidentifikasi kombinasi variable apa yang mengakibatkan risiko masalah emosi meningkat pada balita dan anak prasekolah.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *