Kenali Gaya Pola Asuh Untuk Anak

Kenali Gaya Pola Asuh Untuk Anak

Setiap gaya pengasuhan anak membawa karakteristik yang berbeda dan memiliki dampak berbeda bagi anak-anak. Pembawaan orangtua dalam mengemban dan pengasuhan bersama adalah pilihan pribadi dan itu tergantung pola pikir dan keinginan ayah dan ibu si anak. untuk itu kenali terebih dahulu gaya pola asuh yang anda terapkan pada anak.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa gaya pengasuhan memiliki pengaruh yang sangat penting bagi perkembangan anak. Tidak hanya bagi perkembangan fisik, melainkan juga perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak.

Baca Juga : Keterampilan yang Harus Dikuasai Anak Usia 3-4 Tahun

Pengasuhan dipercaya sebagai media pengontrol perkembangan anak karena didalamnya terdapat interaksi antara anak dengan lingkungan yang menyiapkan anak mengenal, beradaptasi, dan memahami konteks lingkungan sosial di sekitarnya.

Oleh karena itu, para ahli pengasuhan pada umumnya mengategorikan pengasuhan pada umumnya mengategorikan pengasuhan anak menjadi tiga gaya pengasuhan penting, yaitu gaya pengasuhan otoriter (authoritarian style), gaya pengasuhan permisif (permissive style), dan authoritative style atau gaya pengasuhan otoritatif (Baumrid, 1978). Pengategorian ini didasarkan pada beberapa faktor, seperti strategi pendisiplinan anak, kehangatan dalam pengasuhan, gaya komunikasi, dan kematangan ekpektasi serta kontrol.

Berbeda dari gaya pengasuhan otoriter yang lebih identik dengan disiplin tinggi/penuh kontrol dan gaya pengasuhan otoritatif dianggap paling mampu untuk menghasilkan perkembangan yang optimal pada anak, karena gaya pengasuhan ini dipercaya dapat menghasilkan anak dengan tingkat kedewasaan yang tinggi, perkembangan sosial yang bagus, dan capaian akademik yang baik di sekolah.

Ruang Diskusi

Gaya pengasuhan otoritatif menerapkan pola asuh yang lebih demokratis, yaitu orangtua memegang kontrol terhadap anak, namun anak tetap diberikan ruang bagi orangtua untuk mendisiplinkan anak dengan tidak menggunakan kekerasan, baik kekerasan fisik maupun mental. Orangtua juga tetap bersikap responsif terhadap kebutuhan anak. Sehingga anak diberikan kebebasan dalam berekspresi dan berkreasi dengan tetap mematuhi aturan disiplin yang telah ditetapkan bersama orangtua.

Melalui gaya pengasuhan yang demokratis, kedewasaan anak dalam mengahadapi lingkungsn perkembbangannya yang dinamis akan lebih membuka peluang diskusi dan menyediakan tempat anak untuk mengerti mana yang salah dan benar harus dibarengi dengan kematangan emosi anak. Sehingga, karakter anak yang dihasilkan cenderung terkontrol oleh nilai dan norma sosial yang menjadi akan budayanya.

Baca Juga : Tahapan Perkembangan Bermain Mildred Parten

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *