Kelainan Fisik: Ini yang Wajib Orangtua Tahu !

Kelainan Fisik: Ini yang Wajib Orangtua Tahu !

Kelainan fisik adalah kelainan yang terjadi pada satu atau lebih organ tubuh tertentu. Akibat kelainan tersebut timbul suatu keadaan pada fisik dan tubuhnya tidak dapat menjalankan tugasnya secara normal. Tidak berfungsinya anggota fisik terjadi pada alat indera fisik misalnya kelainan pada indra pendengaran atau tunarungu, kelainan pada indra penglihatan atau tunanetra kelainan pada fungsi organ bicara atau tuna wicara. Selanjutnya pada alat motorik tubuh misalnya kain atau otot dan tulang, mainan pada sistem saraf di otak yang berakibat gangguan pada fungsi motorik, kelainan anggota badan akibat pertumbuhan yang tidak sempurna, misalnya lahir tanpa tangan atau kaki, komputasi dan lain-lain. waktu kelainan pada alat motor itu bu ini dikenal dalam kelompok tunadaksa.

Pengertian kelainan penglihatan yang perlu diintervensi khusus, yaitu kelainan yang dialami anak yang memiliki versus sentralis 6 per 60 lebih kecil dari itu, apa yang tidak mungkin menggunakan fasilitas pendidikan dan pengajaran yang ada dan umumnya digunakan oleh anak normal atau orang awas.  Berdasarkan rotasi ketajaman penglihatan yakuma kondisi anak yang berkaitan penglihatan dapat dikelompokkan menjadi kelompok anak yang berkelainan penglihatan yang masih memiliki kemungkinan untuk dikoreksi melalui pengobatan atau alat optik dan anak berkelainan penglihatan yang tidak dapat dikoreksi melalui pengobatan atau alat optik.

Anak berkelainan indra pendengaran atau tunarungu secara medis dikatakan jika dalam mekanisme pendengaran karena suatu sebab terdapat satu atau lebih organ mengalami gangguan atau rusak akibatnya organ tersebut tidak mampu menjalankan fungsinya untuk menghantarkan dan mempersepsi rangsang suara yang ditangkap untuk mengubah menjadi tanggapan akustik.

Sejarah pedagogis koma-an seorang anak dapat dikatakan berkelainan indra pendengaran atau dengar ungu jika dampak dari di fungsinya organ organ yang berfungsi sebagai penghantar dan persepsi pendengaran mengakibatkan ia tidak mampu mengikuti program pendidikan anak normal sehingga memerlukan layanan pendidikan khusus untuk meneliti perkembangannya. Selain itu, terminologi kelainan berbicara atau tuna wicara adalah ketidakmampuan seseorang dalam mengkomunikasikan gagasan kepada orang lain dengan memanfaatkan organ bicaranya. Akibatnya, pesan yang terlihat sederhana ketika disampaikan kepada lawan bicara menjadi tidak sederhana yang sulit dipahami, dan membingungkan.

baca juga : ABK: Pendidikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *