KAPAN pendidikan seks tepat untuk ditanamkan?

KAPAN pendidikan seks tepat untuk ditanamkan? Tidak ada batasan yang pasti. Orangtua tbisa mengajarkan pendidikan seks untuk anaknya tepat pada saat si anak mulai mengajukan pertanyaan. Jawaban yang Anda berikan pun tentunya mengacu pada usia anak. Semakin dewasa usianya, Anda dapat memberitahunya kembali dengan informasi yang lebih lengkap.

Menurut https://en.m.wikipedia.org/wiki/Sigmund_Freud, pakar psiokolog, tahapan perkembangan psikoseksual yang dilalui anak terbagi menjadi empat fase. Fase pertama adalah fase pragenital saat anak belum menyadari fungsi dan perbedaan alat kelamin antara lakilaki dan perempuan. Masa ini dibagi menjadi dua, yaitu masa oral (0-2 tahun) dan masa anal (2-4 tahun).

Masa oral ditandai dengan kepuasan yang diperoleh anak melalui daerah oral atau mulut. Pada tahap ini, anak memPeroleh informasi seksual melalui aktivitas mulutnya. Pada usia 0-1 tahun, bayi mendapat perasaan nikmat ketika menyusu melalui puting susu. Sedangkan pada uusa 1-2 tahun, anak terlihat cenderung antusias memasukkan apa yang dilihat ke dalam mulutnya. Sementara pada mag, kepuasan anak didapat melalul daerah anusnya. Rasa ies dirasakan melalui aktivitas yang menyangkut proses buangan. Mereka cenderung berlama-lama di kamar Anak usia 2-4 tahun juga sering menahan kencing atau buang airbesar.

Ketika memasuki umur 4 tahun, anak sudah mulai me nyadari perbedaan seks antara dirinya dengan temannya yang berbeda jenis kelamin. Fase ini disebut masa phallus, Anak akan merasakan nikmat ketika alat kelaminnya disentuh atau diraba. Anak pun mulai suka membandingkan alat kelamin miliknya dengan temannya yang lain. Bahkan, pada anak laki-laki, mereka sering memegang atau menggosokkan alat kelaminnya, Di masa ini anak mulai mengeksplorasi bagian-bagian tubuhnya secara menyeluruh. Namun, sebaiknya alihkan perhatian anak ke hal lain untuk mencari sensasi yang lebih positif. Misalnya, mengajaknya beraktivitas motorik dengan berolahraga, atau mengembangkan minat seninya

Beberapa aktivitas seksual yang dilakukan oleh anak tidak serta merta dibiarkan atau dilarang dengan keras. Orangtua harus mencari tahu motivasi seksual anak dari-perilakunya tersebut. Sebaiknya orangtua mencari tahu motivasi seksual anak dari perilakunya. Bisa jadi hal itu disebabkan anak merasa tidak nyaman di rumah, misal ketidakharmonisan keluarga

Sehingga dia mencari tempat pelarian. Salah satunya berupa perilaku penyimpangan seksual. Segera antisipasi atau minta bantuan psikolog jika Anda merasakan perkembangan seksual anak menyimpang. Bersamaan itu Anda harus sudah mulai memberi pengertian pada anak ntuk menjaga daerah intimnya agar tidak sembarang dilihat atau disentuh orang lain

Anak juga akan melalui fase laten yang umumnya berlangsung pada usia sekolah 6-10 tahun. Minat seksual berkembang menjadi berbagai bentuk sublimasi dari kemampuan psikis anak. Fase ini terbagi menjadi dua, yaitu bagian awal dan bagian akhir. Di bagian awal, anak tidak lagi memperhatikan sensasi yang dirasakan alat kelaminnya. Sedangkan di bagian akhir, anak mulai merasakannya kembali.

Baca juga :Teori Psikodinamika Sigmund Freud

k . a . . .

 

 

 

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *