Interaksi dalam Sistem Keluarga

Interaksi dalam Sistem Keluarga

Interaksi dalam sistem keluarga dimulai dari setiap keluarga adalah suatu sistem atau satu kesatuan yang dibentuk oleh bagian-bagian yang saling berhubungan dan berinteraksi. Hubungan tidak pernah hanya berlangsung satu arah. Contohnya aku mah interaksi antara ibu dan bayinya terkadang dilambangkan sebagai talian dimana tindakan yang sinabung dari pasangan dikoordinasikan secara ketat. Tarian terkoordinasi ini biasa diartikan sebagai bentuk mutual sinkronik yang berarti bahwa perilaku setiap orang bergantung pada perilaku sebelumnya dari mitranya. atau, interaksi tersebut bisa berlangsung secara resiprok yang berarti bahwa tindakan pasangan tersebut bisa dicocokkan seperti ketika 1 orang meniru yang lain atau ketika saling tersenyum.

Satu contoh penting dari interaksi dan sinkronisasi pada fase awal adalah saling tatap atau kontak mata antara bayi dan ibu. dalam sebuah penelitian ibu dan bayi terlibat dalam beragam perilaku sembari saling memandang sebaliknya ketika mereka saling membangun pandangan tingkat perilaku seperti itu menurun secara drastis. dalam 1 investigasi sinkronisasi dalam hubungan alquran berhubungan secara positif dengan kompetensi sosial anak. Contoh lain adalah dalam kegiatan scaffolding yang berarti menyesuaikan tingkat bimbingan dengan kemampuan anak seperti yang kita diskusikan pada bab sebelumnya. orang tua merespon perilaku anak dengan sel folding yang pada gilirannya mempengaruhi perilaku anak tersebut. scaffolding bisa digunakan untuk mendukung usaha anak pada usia berapapun titik contohnya dalam permainan cilukba orang tua pertama-tama menutupi dahinya lalu buka penutupnya dan akhirnya menunjukkan keterkejutan terhadap kemunculan kembali si bayi titik ketika bayi sudah lebih terlatih bermain tersebut mereka perlahan-lahan ikut aktif melakukan permainan membuka dan menutupnya di titik orang tua mencoba mengatur waktu tindakan mereka sehingga si bayi bisa bergantian dengan orangtuanya.

Pengaruh timbal balik yang diberikan oleh orang tua dan anak melalui interaksi spesifik dalam permainan seperti cilukba tersebut mempengaruhi yang cukup luas dalam proses sosialisasi. sosialisasi antara orang tua dan anak bukan proses satu-satu arah. Namun sebaliknya sosialisasi dalam keluarga bersifat timbal balik. sosialisasi timbal balik adalah segala proses yang berlangsung dua arah ke rumah anak bersosialisasi dengan orang tua seperti orang tua bersosialisasi dengan anak.

bac ajuga : Anak dari Keluarga yang Bercerai

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *