Gizi yang Kurang Memadai pada Anak Usia Dini

Gizi yang Kurang Memadai pada Anak Usia Dini

Gizi yang Kurang Memadai disebabkan oleh berbagai factor terutama dari asupan makanan selama masih bayi. Anak dengan gizi yang kurang terlihat lebih lambat dalam proses berfikir dan tidak memiliki semangat untuk bermain seperti teman sebayanya. Terkadang orangtua yang sibuk malas untuk menyediakan nutrisi yang seimbang dengan pemikiran bahwa yang penting anak sudah makan dan kenyang  meskipun dalam piring anak jumlah karbohidratlah yang paling mendominasi. Sudah dianjurkan oleh pihak Kesehatan bahwa porsi piringku adalah seperempat karbohidra, seperempat protein, dan setengah isi piring adalah sayuran. Namun kenyataannya banyak yang tidak memperdulikan hal ini.

baca juga : Nutrisi Lengkap Mengoptimalkan Perkembangan Anak

Di sisi lain, mungkin saja penyebab utama dari keadaan yang buruk ini adalah kemiskinan, tetapi sebabnya tidak hanya itu. Cara keluarganya dalam hal makan, jelas berpengaruh pasalnya, orang tua yang kurang menyadari arti dan jumlah makanan yang jelas mengandung gizi yang baik untuk pertumbuhan. Kebiasaan yang ketat dalam hal makan dapat menyebabkan anak kurang selera dalam makan, misalnya kebiasaan harus makan sampai habis dan bersih piringnya. Sebab lain adalah kebiasaan jajan di luar jam makan dengan teman-temannya sehingga selalu kenyang.

Nyata pula bahwa gangguan emosional dapat membuat anak kehilangan selera makan, meskipun makanannya sudah cukup berimbang mutu gizinya. Saat yang paling rawan adalah pada bulan-bulan pertama setelah dilahirkan, pada saat mana otak sedang membutuhkan banyak zat penting untuk pertumbuhannya yang sangat cepat. Apabila pada masa ini sampai terjadi kekurangan gizi yang memadai maka otak akan cacat, dan cacat ini akan berlanjut seumur hidupnya (12, 75, 87).

Sudah cukup bukti yang memperlihatkan adanya hubungan yang sangat erat antara tinggi tubuh
bayi dan tinggi tubuh pada masa dewasa. Bayi yang pada masa bayinya kurang memperoleh
makanan bergizi akan mengalami proses pertumbuhan yang terhambat, sehingga ketika beranjak dewasa tubuh mereka lebih pendek dibandingkan dengan teman sebayanya (52). Sekalipun orang tua mencoba memperbaiki kondisi tinggi tubuh anaknya dengan makanan yang mengandung gizi, tampaknya itu sulit untuk diperbaiki lagi. Dengan demikian, pada masa dewasanya nanti, tinggi tubuh tetap lebih pendek daripada teman sebayanya.

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *