Gaya Pengasuhan Orangtua, Kenali Agar Tak Salah!

Gaya Pengasuhan Orangtua, Kenali Agar Tak Salah!

Gaya pengasuhan atau pola asuh orang tua bermacam-macam. Bunda termasuk yang manakah diantara pola asuh berikut ini? Setiap pola asuh memiliki kelebihan dan juga kekurangan. Menurut saya setiap pola asuh diperlukan secara bersamaan atau terintegrasi satu sama lain. Tidak ada pola asuh yang lebih baik lebih buruk ataupun tidak keduanya. Setiap orangtua perlu mengombinasikan pola asuh dengan tepat. Yang harus dipertimbangkan adalah hal apa yang ingin ditanamkan kepada anak.

baca juga: Harapan Orangtua di Cina dan Kemampuan Sosial Anak

 Pola asuh demokratis

Pola asuh demokratis Biasanya bercirikan orang tua selalu mendengarkan apa yang diungkapkan oleh anak, mengajak anak berdiskusi, memberikan kesempatan yang luas kepada anak untuk bermain dan berpendapat, dan tidak memaksakan kehendak orang tua. Banyak penelitian yang sudah membuktikan pola asuh ini dapat mendorong anak untuk sukses. Hal ini karena apa yang diinginkan anak dan juga orang tua berjalan beriringan tidak ada yang saling bertentangan. Ketika anak berbuat salah, maka orangtua tidak langsung menghukum atau membentaknya melainkan dengan cara berdiskusi untuk mencari tahu solusi dan permasalahan yang sebenarnya.

 Pola asuh otoriter

Karakteristik utama dari pola asuh ini adalah adanya hukuman dan juga bentakan dari orang tua setiap kali anak melakukan kesalahan. Orang tua dengan gaya pengasuhan ini menginginkan anaknya selalu menuruti apa yang diperintahkan oleh orang tua. Jika sekali saja anak melakukan kesalahan maka orangtua akan langsung memberikan hukuman entah itu fisik ataupun secara verbal. Anak dilarang untuk menyatakan pendapat atau membela dirinya sendiri ketika ia melakukan suatu kesalahan. Setiap tindakan anak harus diketahui oleh orang tua. Pergerakan anak selalu dibatasi karena orang tua selalu mengawasi dengan kontrol yang ketat.

Pola asuh permisif

Pola asuh ini biasanya memiliki karakteristik orang tua yang sibuk bekerja namun tetap menyayangi anak. Sayang di sini berarti karena mereka tidak memiliki cukup banyak waktu bersama dengan anak maka anak diberikan kebebasan untuk melakukan apa yang ia inginkan. Meskipun diberikan kebebasan orang tua tidak melakukan pengendalian atau pengawasan terhadap perilaku anak. Orang tua memberikan kebebasan tanpa adanya batasan sehingga anak dengan secara bebas melakukan apapun yang ia mau. Sayangnya jika keadaan ini terus-menerus berlangsung maka anak akan Terus melakukan apa yang menurutnya ia sukai sehingga tidak ada batasan perilaku. Hal ini karena orang tua tetap memfasilitasi anak untuk meraih apa yang ia inginkan tetapi tidak menuntut anak untuk melakukan apa yang mereka mau.

Pola asuh neglected

Orang tua dengan pola asuh neglected memiliki karakteristik mereka tidak peduli dengan apa yang dibutuhkan anak dan tidak berusaha untuk memberikan fasilitas yang cukup. Orang tua yang bekerja misalnya mereka tidak mencukupi kebutuhan anak dan juga tidak ingin tahu apa yang diinginkan oleh anak. Anak cenderung berperilaku bebas namun juga tidak mempunyai fasilitas yang cukup. Bedanya dengan permisif, kalau neglected orang tua tidak mau fasilitasi sama sekali artinya tidak ada perhatian sama sekali kepada anak

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *